PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Yayasan Bhakti Bela Negara melakukan panen raya padi varietas PS-08 seluas 753 hektare di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu, 11 Februri 2026.
Staf Khusus Menko Pangan, Irna Narulita Dimyati mengatakan, penanaman padi organik ini memiliki keunggulan daripada padi pada umumnya, karena bisa menghasilkan 10 ton per hektare.
"Dan hasil panen padinya bisa mencapai sebanyak 10 ton dalam setiap hektare sawah. Tak hanya itu, jenis padi ini bisa 3 sampai 4 kali tanam dalam setahun," kata Irna dalam acara panen raya padi, Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut Irna, penanaman padi organik tersebut memiliki keunggulan daripada tanaman sejenis pada umumnya.
Baca Juga: Angka Putus Sekolah dan Kemiskinan Tinggi, DPRD Pandeglang Minta Eksekutif Segera Tangani
“Biasanya menanam padi membutuhkan empat batang, tetapi pada padi varietas organik PS-08 ini cukup satu batang saja. Namun anakan yang dihasilkan bisa mencapai hingga 75 batang,” ujarnya.
Ia berharap, inovasi penanaman padi organik ini dapat dikembangkan dan diterapkan secara luas, tidak hanya di Pandeglang, tetapi juga di seluruh Indonesia.
“Harapan kami, padi varietas organik ini bisa ditanam di 38 provinsi di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional,” ucapnhya.
Pembina Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Aji menuturkan, varietas padi PS-08 memiliki sejumpah keunggulan.
Baca Juga: Angka Kemiskinan Pandeglang Tertinggi di Banten, Dinsos Ungkap Penyebabnya
Lanjut dia, keunggulan yang dimiliki benih PS-08 ini, di antaranya masa tanam relatif lebih singkat, bulir padi lebih padat, dan memiliki ketahanan terhadap hama.
"Tahan juga dari cuaca dan dalam satu hektar lahan bisa menghasilkan padi sebanyak 8 ton gabah," tuturnya.