PT Bank BCA Syariah tumbuh solid sepanjang 2025 dengan peningkatan asset yang mencapai 15,4 persen year on year menjadi Rp19,2 triliun. (Sumber: Dok. BCA Syariah)

EKONOMI

BCA Syariah Tumbuh Positif Sepanjang 2025, Total Asset Meningkat 15,4 Persen YoY

Rabu 11 Feb 2026, 12:47 WIB

POSKOTA.CO.ID - PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) memaparkan kinerja perusahaan sepanjang tahun buku 2025 dalam kegiatan bertajuk Media Update Kinerja Keuangan 2025 Innovate and Resilience yang diselenggarakan di Kantor Pusat BCA Syariah di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

BCA Syariah mencatatkan kinerja yang solid dengan peningkatan total aset sebesar 15,4 persen secara year-on-year (YoY) menjadi Rp19,2 triliun. Kinerja positif juga tercermin pada laba bersih yang tumbuh 15,4 persen yoy menjadi Rp212 miliar.

“Alhamdulillah, BCA Syariah pada tahun ini tumbuh solid dan berkelanjutan yang tercermin, antara lain dari peningkatan total asset. Pertumbuhan didukung dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyalurannya dalam bentuk pembiayaan yang berkualitas. Ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat,” terang Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum saat membuka acara. 

Secara keseluruhan pembiayaan BCA Syariah tumbuh 23,1 persen YoY menjadi RpRp13,2 triliun, dengan fokus pada sektor-sektor produktif, baik pembiayaan komersial maupun pembiayaan konsumer seperti KPR dan emas. Perseroan secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas aset yang tercermin dalam rasio NPF gross di level 1,57 persen.

Baca Juga: Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Rabu 11 Februari 2026 Turun

Dari sisi pendanaan, DPK BCA Syariah tercatat tumbuh 17,1 persen YoY menjadi Rp15,4 triliun, didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang tumbuh 25,7 persen YoY dan mencapai Rp6,3 triliun.

Seiring dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap layanan digital, BCA Syariah terus memperkuat saluran layanan elektroniknya sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Sepanjang 2025, BCA Syariah telah fokus untuk memperkaya fitur pada mobile banking BSya, beberapa diantaranya dengan penambahan fitur pembiayaan emas, e-deposito, QRIS dengan metode customer presented mode, setor tunai cardless, qurban, zakat fitrah, pembayaran internet dan TV, serta digital membership.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan internet banking BIQ untuk dunia usaha dengan kelengkapan fitur berupa dashboard keuangan, integrasi KSEI/RDN, BI Fast Transfer, dan transfer batch.

“Kami memanfaatkan digitalisasi untuk menjadi semakin dekat dengan nasabah, serta mengembangkan fitur-fitur yang meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses layanan perbankan syariah, termasuk menjaga kinerja dan kemampuan sistem ITnya, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap prinsip syariah,” tambah Yuli.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 11 Februari 2026 Naik: UBS Tembus Rp3 Juta Per Gram

BCA Syariah juga konsisten menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pemberdayaan tersebut dilakukan melalui sejumlah inisiatif, seperti pelatihan intensif untuk UMKM perempuan melalui WEpreneur.

Pada 2025, program tersebut telah memberikan pelatihan intensif pada 30 UMKM terpilih serta menyelenggarakan micro mentoring yang menjangkau 3.148 peserta. 

Ke depan, BCA Syariah akan terus memperkuat struktur pendanaan, meningkatkan kualitas pembiayaan, serta mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Perseroan juga berkomitmen untuk mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia melalui berbagai inisiatif edukatif dan kolaboratif.

Tags:
peningkatan asset BCA syariahBCA SyariahBCA

Heri Effendi

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor