Pemilik brand lokal Thanksinsomnia, Mohan Hazian, yang tengah viral di X (sebelumnya Twitter) karena diduga melakukan pelecehan seksual. (Sumber: Instagram/@mohanhazian)

HIBURAN

Kronologi Dugaan Pelecehan oleh Owner Thanksinsomnia Viral di X, Fakta Apa yang Terungkap? Begini Pengakuan Korban

Senin 09 Feb 2026, 09:50 WIB

POSKOTA.CO.ID - Nama pemilik brand lokal Thanksinsomnia, Mohan Hazian, tengah viral di X (sebelumnya Twitter) setelah muncul pengakuan perempuan yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual.

Pengakuan tersebut mencuat ke ruang publik setelah diunggah melalui akun media sosial X @aarummanis, pada Minggu, 8 Februari 2026.

Dalam utas panjang yang diunggahnya, korban memaparkan secara rinci kronologi dugaan pelecehan yang dialaminya.

Unggahan tersebut dinilai serius, karena menyangkut figur owner brand lokal yang cukup dikenal dan selama ini memiliki citra profesional di industri kreatif dan fashion Tanah Air.

Lantas, seperti apa fakta yang diungkap korban? Berikut kronologi dugaan pelecahan yang menyeret owner Thanksinsomnia.

Baca Juga: Link Video Cukur Kumis Day 2 Viral di TikTok, Cuplikan Baru Bikin Publik Makin Penasaran

Tangkapan layar korban dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama pemilik brand lokal Thanksinsomnia, Mohan Hazian. (Sumber: X/@aarummanis)

Kronologi Dugaan Pelecehan oleh Owner Thanksinsomnia

Dalam cuitan tersebut, korban mengungkapkan, dugaan pelecehan bermula ketika dirinya berada di lokasi pemotretan dan situasi mendadak berubah di luar rencana awal.

Ia mengaku, ditinggalkan sendirian bersama owner berinisial M, yang belakangan disebut sebagai Mohan Hazian.

“Saya pun ditinggal sendiri bersama owner (M). Saya bingung karena saya berpikir bahwa kita semua akan makan di luar. Tetapi, saya dibawa masuk lagi ke area photoshoot. Saya bingung dan merasa curiga bertanya “Bukannya mau makan di luar?,” ungkap @aarummanis seperti dikutip pada Senin, 9 Februari 2026.

Menurut korban, sejak saat itu situasi mulai terasa tidak aman dan membuatnya berada dalam kondisi penuh kewaspadaan.

Korban menuturkan, tindakan terduga pelaku disebut semakin agresif dan membuatnya berada dalam tekanan psikologis yang berat.

Dia menegaskan, telah berusaha bersikap tenang demi menghindari situasi yang lebih buruk.

“Kemudian, Owner M semakin ganas dan jahat. Saya kemudian berpikir apabila saya melawan, Owner M akan semakin kasar kepada saya. Saya kemudian mencoba menenangkan diri dan berusaha terlihat baik kepada Owner M. Saya pada saat itu 90 persen yakin saya akan diperkosa,” tulisnya.

Penolakan Berulang yang Disebut Tak Diindahkan

Melalui pengakuannya, korban menyebut, telah berulang kali menolak, namun penolakan tersebut diduga tidak dihiraukan. Dirinya hanya berharap bisa keluar dari lokasi dengan selamat.

“Kemudian saya tetap berusaha baik kepada owner M padahal saya takut sekali diperkosa. Saya hanya berharap bisa keluar dengan selamat. Tetapi owner M tetap tidak peduli saya yang menolak berkali-kali, dia menahan tangan saya, kemudian dia menunjukkan kelaminnya,” jelas dia menceritakan kronologi kasus tersebut dalam cuitan.

Korban juga mengungkap dugaan tindakan yang disebutnya semakin melampaui batas.

Dalam unggahannya, pihaknya memaparkan detail yang membuat banyak warganet bereaksi keras.

“Dia bilang “Kok gak mau sih? Aku dah buka celana nih, udah malu nih aku.” Saya memalingkan badan, M menahan tangan dan naik ke atas saya, saya mulai menangis dan memanggil ibu saya, tetapi M tidak peduli dan tetap melecehkan saya. Beliau mastubrasi sambil melecehkan saya,” tambah dia.

“Beliau bahkan menjilat telinga saya, leher saya, saya masih jijik dan masih trauma sampai sekarang. Saya hanya berharap semua berakhir dengan cepat dan saya bisa pulang. Saya hanya berharap dia cukup baik untuk tidak memperkosa saya,” bebernya.

Korban Trauma Mendalam Usai Kejadian

Korban mengaku, berada dalam kondisi dissociating atau kehilangan kendali atas situasi akibat ketakutan yang luar biasa.

“Saya pada saat itu sudah dissociating dan tidak bisa melawan lagi. Saya hanya berpikir bahwa saya akan diperkosa saat itu. Kemudian M berhenti. Kemudian saya dibiarkan pulang. Saat saya pulang menggunakan Taxi Online, saya bahkan pipis di dalam taxi karena saya takut sekali,” tandasnya.

Pengalaman tersebut, menurut korban, meninggalkan trauma mendalam yang hingga kini masih ia rasakan.

Korban juga mengungkapkan, setelah kejadian tersebut, ia baru mengetahui bahwa owner brand lokal berinisial M telah memiliki istri dan anak. Fakta tersebut disebut memperparah kondisi psikologis yang dialaminya.

“Setelah kejadian tersebut, saya mengetahui M sudah punya istri dan anak. Saya masih trauma setiap kali saya melihat wajah beliau di media. Rasanya saya mau muntah dan terus mengingat kejadian tersebut,” ujarnya.

Upaya Menghubungi Pihak Terkait

Lebih lanjut, dia sempat mencoba menyampaikan pengalamannya kepada pihak internal yang terkait dengan pekerjaan tersebut, namun respons yang diterima dinilai tidak memberikan solusi.

“Saya menghubungi Talent Scouternya dan berbagi pengalaman saya, dia bilang tidak pernah ada kejadian seperti itu dan dia tidak bisa melakukan apapun karena dia hanya seorang employee,” cetusnya.

Baca Juga: Link Video Viral Cukur Kumis Bikin Heboh, Benarkah Ada Versi Full hingga Puluhan Menit? Ini Faktanya

Profil Singkat Mohan Hazian

Sebagai informasi, Mohan Hazian diketahui telah menikah dengan Alya Putri Zayyan Shafa, yang dikenal sebagai seorang selebgram.

Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki yang kini tengah beranjak besar.

Mohan Hazian lahir pada 4 Februari 1990 dan kini berusia 36 tahun. Ia aktif di media sosial Instagram melalui akun @mohanhazian, yang kerap menampilkan aktivitas pribadi maupun profesionalnya sebagai pemilik brand fashion lokal Thanksinsomnia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Mohan Hazian terkait pengakuan tersebut, dan kasus ini juga belum dilaporkan secara resmi ke aparat penegak hukum.

Tags:
pelecehan Thanksinsomniapelecehan seksualMohan Hazianowner Thanksinsomnia

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor