Motor listrik Alva mejeng di IIMS 2026, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Sumber: Poskota/Dimas Prassetyo)

OTOMOTIF

Tak Hanya B2C, Alva Mantapkan Ekspansi Motor Listrik ke Segmen B2B

Sabtu 07 Feb 2026, 20:31 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Alva menggarap segmen bisnis ke bisnis (B2B) sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam mendorong adopsi motor listrik di Indonesia.

CEO Alva, Purbaja Pantja mengungkapkan, pengalaman sepanjang tahun lalu menjadi titik balik penting bagi perusahaan dalam memantapkan solusi motor listrik untuk kebutuhan bisnis.

Setelah sebelumnya lebih dikenal kuat di pasar konsumen individu atau B2C, tahun-tahun mendatang Alva melihat peluang besar dari sektor korporasi dan fleet.

“Nah jadi kami sebenarnya sangat bangga di tahun lalu bahwa ternyata solusi yang kita berikan kepada B2B client kita itu ternyata ada beberapa yang memang cocok dan bisa kita lakukan karena satu boost charge teknologi kami, kedua motor kami sendiri yang ternyata sangat cocok juga untuk keperluan beberapa B2B client, dan ketiga ekosistem yang kita juga bangun sedemikian terupa buat B2B client yang memerlukan jarak tempuh yang sangat tinggi untuk kepakaian sehari-harinya,” kata Purbaja.

Baca Juga: Wuling Pamer Lini Mobil Lengkap dan Area Test Drive Eksklusif di IIMS 2026

Teknologi, Produk, dan Ekosistem jadi Kunci

Menurut Purbaja, pendekatan Alva ke segmen B2B tidak hanya menjual kendaraan, tetapi menawarkan solusi menyeluruh. Teknologi Boost Charge, kesesuaian produk dengan kebutuhan operasional, hingga dukungan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor utama yang membuat motor listrik Alva relevan bagi pelaku usaha.

“Kita mempunyai juga solusi dalam bentuk charging station ini,” ujarnya.

Salah sebuah contoh konkret implementasi strategi tersebut adalah kerja sama dengan Grab di Yogyakarta yang melibatkan hingga 250 unit motor listrik pada November 2025.

“Itu suatu breakthrough buat kita bahwa solusi ini ternyata bisa dipakai juga oleh konsumen kita,” ucapnya.

Tampilan motor listrik Alva di IIMS 2026, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Sumber: Poskota/Dimas Prassetyo)

Alva juga merambah sektor lain di luar transportasi daring, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang people flow business seperti eskalator dan elevator. Menariknya, segmen ini justru memilih produk premium Alva.

“Mereka juga mempunyai keperluan untuk maintenance free, ternyata mereka juga cocok jadi akhirnya mereka memilih malahan motor kita yang premium yaitu Cervo X, bukannya yang N3,” tuturnya.

Dorong Fleet Listrik dan Last Mile Delivery

Langkah agresif Alva di pasar B2B juga terlihat dari kolaborasi dengan Dash Electric, startup yang fokus pada pengiriman last mile menggunakan motor listrik. Dalam kerja sama tersebut, Alva menggandeng Kalista sebagai perusahaan fleet as a service.

“Kita bekerjasama untuk menyediakan 500 unit motor N3 kepada Dash juga, jadi pemakaiannya beragam,” pungkasnya.

Ia menilai momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa transisi ke motor listrik di segmen bisnis sudah semakin matang.

“Dengan ini kita merasa bahwa ini memang sudah waktunya nih untuk B2B juga melakukan transisi ke motor listrik karena satu dari segi elemen ESG-nya sudah pasti, kedua elemen mengenai cost savings-nya ternyata kita bisa buktikan,” ujar dia.

Optimisme Alva Menuju 2026

Meski porsi penjualan Alva masih didominasi B2C pada 2025, perusahaan melihat tren B2B akan terus tumbuh dan berpotensi menjadi kontributor signifikan ke depan.

Baca Juga: MG Ungkap Konsep Real Family Journey pada MGS5 EV

“Kalau tahun lalu memang masih banyak B2C-nya, tapi kalau kami cerita B2B, kami ceritakan customer-nya yang besar-besar,” ucap dia.

Namun, Alva belum mengungkap target persentase kontribusi B2B secara spesifik.

“Kita belum bisa share, tapi secara tim, kita itu sudah mempunyai dua tim terpisah untuk tim B2B dan juga tim B2C,” kata dia.

Tags:
Jakarta PusatIIMS 2026motor listrik AlvaAlva

Erwan Hartawan

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor