DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Tempat usaha untuk meraih rejeki ludes terbakar. Pemilik lapak barang bekas, Nur Wahid, 60 tahun, hanya bisa pasrah melihat puluhan karung berisi plastik siap dijual ludes tidak tersisa.
Kebakaran ini terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026 malam hari di Bojongsari, Kota Depok. Dugaan api dipicu dari pembakaran sampah.
"Musibah bagi keluarga saya, puluhan karung berisi plastik siap jual ke Pabrik malah ludes terbakar tidak tersisa," ujar Nur Wahid kepada Poskota Sabtu, 7 Februari 2026.
Kronologi Kebakaran
Berdasarkan keterangan Nur Wahid, kebakaran melumat lapak miliknya tanpa tersisa pada saat sedang membakar sampah dalam kaleng dandang kecil sempat ditinggal pergi untuk salat Magrib ke masjid.
Baca Juga: Bangunan Kelurahan Sawangan Baru Dinilai Tak Layak, Konstruksi Rapuh dan Rentan Roboh
Seusai dari masjid, ia melihat ada api kecil menyala dari kaleng tersebut.
“ Masih ada api kecil nyala dalam kaleng dandang, masuk ke dalam rumah sekitar 15 menit mau ambil hp terdengar suara kretek..kretek.. melihat ke luar api sudah membesar," ungkapnya.
Nur Wahid berusaha memadamkan api seorang diri dengan menyiramnya menggunakan air, tetapi api malah membesar.
Selang beberapa menit, api menyambar karung-karung serta benda-benda yang terbuat dari plastik hingga tak terkontrol.
Baca Juga: Balqis Humaira Siapa dan Kerja Apa? Viral Singgung Kasus Raja Minyak Riza Chalid
Setelahnya, Nur Wahid mencoba menyelamatkan diri keluar bersama sang istri yang ada di dalam rumah saat api semakin membesar.
Ia menuturkan tidak ada yang terluka, namun mengalami kerugian hingga puluhan juta.
"Alhamdullilah dalam kebakaran ini kami berdua tidak mengalami luka-luka. Hanya barang-barang bekas terbuat dari plastik siap jual tidak tersisa ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta," tuturnya.
Nur Wahid menganggap kejadian ini merupakan ujian hidup dan meyakini akan ada jalan yang lebih baik.
"Dibalik musibah ini, pasti Allah akan membuka jalan untuk menjadi yang lebih baik lagi. Apalagi di bulan baik menghadapi Ramadan dan Lebaran Idulfitri," ucapnya.
"Saat ini karyawan ada 2 orang masih mencoba membersihkan barang-barang sisa kebakaran masih ada yang bisa diselamatkan dan beberapa hari tidak buka tapi jika ada yang mau masukin barang bisa diterima. Sambil membersihkan sisa-sisa puing untuk dibersihkan," sambungnya.