Kapan 1 Ramadhan 1447 H? Ini Perhitungan Kalender Hijriah Februari 2026 yang Perlu Kamu Tahu

Kamis 05 Feb 2026, 17:15 WIB
Kalender Hijriah Februari 2026 (Sumber: Dok/Kemenag RI)

Kalender Hijriah Februari 2026 (Sumber: Dok/Kemenag RI)

Perbedaan ini muncul karena Muhammadiyah menggunakan metode:

  • Hisab Hakiki Wujudul Hilal
  • Prinsip Matlak Global

Dalam metode ini, bila ijtimak telah terjadi dan posisi bulan berada di atas ufuk saat matahari terbenam, maka hari berikutnya langsung dianggap masuk bulan baru, tanpa mensyaratkan visibilitas hilal.

Penetapan Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan kombinasi metode rukyatul hilal (pengamatan langsung) dan hisab sebagai pedoman awal. Data astronomis sementara menunjukkan bahwa NU diperkirakan akan memulai puasa bersama pemerintah pada 19 Februari 2026.

Pemantauan hilal dilakukan oleh Lembaga Falakiyah PBNU pada 17 Februari 2026. Bila hilal tidak terlihat, NU akan menerapkan istikmal.

Kalender Hijriah Februari 2026 Versi Pemerintah/Kemenag

Tabel berikut menunjukkan konversi tanggal Masehi Februari 2026 dengan penanggalan Hijriah 1447 H:

Tanggal Masehi Tanggal Hijriah Keterangan

  • 1 Februari 2026 13 Sya’ban 1447 H Puasa Ayyamul Bidh
  • 2 Februari 2026 14 Sya’ban 1447 H Puasa Ayyamul Bidh
  • 3 Februari 2026 15 Sya’ban 1447 H Nisfu Sya’ban
  • 17 Februari 2026 29 Sya’ban 1447 H Sidang Isbat Pemerintah
  • 18 Februari 2026 30 Sya’ban 1447 H (Muhammadiyah: 1 Ramadhan)
  • 19 Februari 2026 1 Ramadhan 1447 H Awal Puasa (Kemenag/NU)
  • 20 Februari 2026 2 Ramadhan 1447 H –
  • 28 Februari 2026 10 Ramadhan 1447 H –

Baca Juga: Jadwal Sholat Tarawih Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Mengapa Perbedaan Terjadi?

Perbedaan penetapan awal Ramadhan bukan hal baru. Ada tiga faktor utama:

  • Metode perhitungan (hisab) yang berbeda
  • Kriteria visibilitas hilal
  • Prinsip penetapan (lokal vs global)

Secara sejarah, perbedaan satu hari antara Muhammadiyah dan Pemerintah/NU merupakan fenomena yang wajar dan tidak mengganggu keabsahan ibadah masing-masing umat.

Menjelang pertengahan Februari 2026, masyarakat yang mengikuti ketetapan pemerintah dianjurkan menunggu pengumuman resmi Sidang Isbat.

Terlepas dari kemungkinan perbedaan awal puasa, masyarakat diharapkan menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah, saling menghormati, dan menjaga kerukunan.

Ramadhan adalah momentum spiritual yang menyatukan umat. Perbedaan bukan hambatan, melainkan bagian dari kekayaan tradisi keislaman di Indonesia.


Berita Terkait


News Update