POSKOTA.CO.ID - Aktris sekaligus pengusaha muda Prilly Latuconsina kembali menjadi sorotan publik setelah unggahan “Open to Work” di akun LinkedIn miliknya memicu perdebatan di media sosial, termasuk LinkedIn dan X (Twitter).
Unggahan tersebut, yang belakangan diketahui sebagai bagian dari kampanye iklan sebuah produk pasta gigi, dianggap tidak sensitif terhadap kondisi pencari kerja yang tengah berjuang di tengah kompetisi ketenagakerjaan yang ketat.
Respons warganet bermunculan dengan cepat. Banyak yang menilai bahwa penggunaan fitur Open to Work oleh figur publik dapat menimbulkan persepsi keliru dan dianggap mengesampingkan realitas para jobseeker yang betul-betul membutuhkan pekerjaan.
Prilly Minta Maaf Terbuka
Merespons dinamika tersebut, Prilly akhirnya mengunggah video klarifikasi yang berisi permintaan maaf secara langsung. Ia mengakui bahwa dampak yang timbul dari unggahan tersebut berada di luar perkiraan awalnya.
“Aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan,” ujar Prilly dengan nada tenang dalam video klarifikasinya
Ia menambahkan bahwa ia memahami reaksi publik yang merasa terganggu, terutama para pencari kerja yang tengah menghadapi situasi sulit.
“Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang. Dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah warganet yang menilai sikap terbukanya sebagai langkah positif untuk meredakan situasi.
Klarifikasi Maksud Unggahan dan Bantahan soal Rebut Lahan Jobseeker
Lebih jauh, Prilly menjelaskan maksud utama dari penggunaan fitur “Open to Work” tersebut. Menurutnya, langkah itu dipakai sebagai bagian dari strategi kolaborasi profesional lintas industri, bukan untuk mengajukan diri sebagai pencari kerja.
“Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapapun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh,” ujarnya.
Baca Juga: SUV Terbaru Hyundai Siap Muncul di IIMS 2026, Ini Bocoran Model dan Aktivitasnya
Ia menambahkan bahwa sebagai talenta kreatif, ia terbiasa mengeksplorasi berbagai bidang baru. LinkedIn merupakan salah satu platform yang ia gunakan untuk memperluas jejaring profesional.
Dalam konteks kampanye iklan, fitur tersebut digunakan sebagai materi promosi. Namun, ia mengakui bahwa pendekatan itu menimbulkan efek yang tidak diharapkan.
Akun LinkedIn Hilang Mendadak, Prilly Beri Penjelasan Teknis
Dalam puncak ramainya kritik netizen, akun LinkedIn Prilly sempat hilang dan tidak dapat diakses. Hal ini memicu spekulasi bahwa ia sengaja menonaktifkannya.
Namun, Prilly membantah dugaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa hilangnya akun tersebut terjadi karena faktor teknis.
“Hal tersebut di luar kendaliku karena saat itu akun LinkedIn-ku mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi dan akhirnya sampai saat ini belum bisa dibuka. Sekarang dalam proses pemulihan,” jelasnya.
Hingga kini, akun tersebut dilaporkan masih dalam proses pemulihan oleh tim teknis platform.
Menutup klarifikasinya, Prilly menyatakan bahwa ia menerima seluruh kritik dan masukan yang diberikan publik. Ia berkomitmen untuk melakukan evaluasi dalam setiap kerja sama atau kampanye yang dijalankannya.