Gunung Semeru Erupsi Lagi Selasa Pagi 3 Februari 2026, Wilayah Ini Dilarang Didekati Warga

Selasa 03 Feb 2026, 11:37 WIB
Gunung Semeru yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Selasa pagi, 3 Februari 2026. (Sumber: Dok Pos Pengamatan Gunung Api Semeru)

Gunung Semeru yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Selasa pagi, 3 Februari 2026. (Sumber: Dok Pos Pengamatan Gunung Api Semeru)

Lebih lanjut, secara visual, kondisi Gunung Semeru dilaporkan masih dapat teramati dengan cukup jelas meski sesekali tertutup kabut tipis.

Tingkat kabut berada pada kategori 0–I, sementara asap kawah tidak teramati secara signifikan pascaerupsi.

Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan dengan arah angin lemah menuju barat laut.

Kondisi tersebut membantu proses pemantauan visual, meski potensi erupsi susulan tetap diwaspadai.

Mukdas menjelaskan, hingga saat ini Gunung Semeru masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga.

Status ini menunjukkan bahwa aktivitas magma masih fluktuatif dan berpotensi menimbulkan erupsi lanjutan.

Baca Juga: Heboh Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Digosipkan Cerai, Asli Atau Hoax?

Wilayah yang Masuk Zona Terlarang

Menanggapi aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan.

PVMBG menegaskan, masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dengan radius sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Wilayah ini dinilai berpotensi terlanda perluasan awan panas guguran serta aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu," jelas dia.


Berita Terkait


News Update