POSKOTA.CO.ID - Gunung Semeru yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Selasa pagi, 3 Februari 2026.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu menunjukkan aktivitas vulkanik dengan letusan yang memuntahkan kolom abu setinggi ratusan meter dari puncak.
Erupsi yang terjadi pada dini hari itu terekam jelas oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru.
Berdasarkan hasil pengamatan visual, kolom abu hasil erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal.
Arah sebaran abu dilaporkan condong ke sektor timur laut, mengikuti arah angin yang bertiup lemah di kawasan puncak.
Aktivitas erupsi tersebut juga terekam jelas melalui peralatan seismograf.
Getaran letusan menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dengan durasi gempa selama 155 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa 3 Februari 2026 pukul 04.42 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dalam laporan tertulisnya.
Selain letusan utama, aktivitas kegempaan Gunung Semeru dalam kurun waktu enam jam juga terpantau cukup intens.
Dalam periode pengamatan Selasa, pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, tercatat sebanyak 20 kali gempa letusan atau erupsi.
Lebih lanjut, secara visual, kondisi Gunung Semeru dilaporkan masih dapat teramati dengan cukup jelas meski sesekali tertutup kabut tipis.
Tingkat kabut berada pada kategori 0–I, sementara asap kawah tidak teramati secara signifikan pascaerupsi.
Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan dengan arah angin lemah menuju barat laut.
Kondisi tersebut membantu proses pemantauan visual, meski potensi erupsi susulan tetap diwaspadai.
Mukdas menjelaskan, hingga saat ini Gunung Semeru masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga.
Status ini menunjukkan bahwa aktivitas magma masih fluktuatif dan berpotensi menimbulkan erupsi lanjutan.
Baca Juga: Heboh Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Digosipkan Cerai, Asli Atau Hoax?
Wilayah yang Masuk Zona Terlarang
Menanggapi aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan.
PVMBG menegaskan, masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dengan radius sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Wilayah ini dinilai berpotensi terlanda perluasan awan panas guguran serta aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu," jelas dia.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta terus memantau informasi resmi guna mengantisipasi potensi bahaya lanjutan dari aktivitas Gunung Semeru.