BOGOR TENGAH, POSKOTA.CO.ID - Hujan deras yang melanda Kota Bogor dalam seminggu kemarin, terutama pada 28 Januari hingga 29 Januari 2026 mengakibatkan sejumah wilayah terkena bencana alam tanah longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan setidaknya terdapat 17 laporan kejadian bencana yang terjadi pada sepekan kebelakang akibat hujan intensitas tinggi tersebut.
Mayoritas laporan bencana merupakan tanah longsor akibat tanah yang labil, serta rumah ambruk karena bangunan sudah lapuk.
"Beberapa lokasi terdampak di antaranya berada di Kecamatan Bogor Barat, Bogor Utara, Bogor Selatan, Tanah Sareal, dan Bogor Tengah, meliputi wilayah Kelurahan Balumbangjaya, Pasir Mulya, Loji, Cimahpar, Cipaku, Bondongan, Kebon Pedes, Cibuluh, Kedung Badak, Paledang, dan Kencana," jelas Dimas saat dikonfirmasi Poskota pada Minggu, 1 Februari 2026.
Dampak bencana yang menonjol dari intensitas hujan tinggi adalah longsor mengakibatkan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Barat ambruk dan menewaskan seorang wanita lanjut usia berinisial AM, 60 tahun.
"BPBD Kota Bogor telah melakukan berbagai upaya penanganan, melakukan evakuasi korban dan pengamanan lokasi rawan," ungkap Dimas.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan dengan intensitas tinggi, menghindari aktivitas di sekitar tebing, bantaran sungai, dan lereng rawan longsor.
Lebih lanjut, warga diminta segera melaporkan potensi bencana kepada aparat wilayah atau BPBD jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kerusakan bangunan.
"Pemkot Bogor terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang diperlukan," pungkasnya. (cr-6)