JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan potensi cuaca ekstrem jelang pancaroba atau peralihan musim.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdani menyampaikan, masa peralihan musim di wilayah Jabodetabek terjadi pada Maret-Mei 2026.
"Memasuki Maret hingga Mei 2026, wilayah Jabodetabek secara bertahap akan memasuki masa transisi musim," kata Andri kepada awak media, Sabtu, 31 Januari 2026.
Meski begitu, masa peralihan musim tersebut bukan berarti wilayah Jabodetabek sepenuhnya terbebas dari potensi cuaca ekstrem.
Baca Juga: Banjir 210 Cm di Kampung Melayu Surut, 187 Pengungsi Masih Tertahan
"Perlu kami sampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi, baik pada puncak musim hujan maupun saat periode peralihan musim tersebut," ujarnya.
Menurutnya, dinamika atmosfer masih cukup aktif pada periode pancaroba atau peralihan musim, sehingga berpotensi memicu hujan berintensitas deras dalam durasi singkat.
"Hal ini karena pada masa transisi, dinamika atmosfer masih cukup aktif dan dapat memicu hujan lebat berdurasi singkat, angin kencang, maupun cuaca ekstrem lainnya," ucapnya.
Atas dasar itu, Ia mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Baca Juga: Banjir di Kapuk Muara dan Marunda Jakut Belum Surut, Ketinggian Air Capai 45 Cm
"Oleh karena itu, masyarakat tetap kami imbau untuk waspada dan terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG," tuturnya. (cr-4)