Hukum pelaksanan puasa Ayyamul Bidh, jadwal lengkap, dan bacaan niat. (Sumber: Freepik)

KHAZANAH

Puasa Ayyamul Bidh Apakah Harus 3 Hari? Simak Hukum, Jadwal, dan Bacaan Niatnya

Kamis 29 Jan 2026, 06:30 WIB

POSKOTA.CO.ID - Momentum pertengahan bulan hijriah, khususnya pada bulan Syaban, menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengulas puasa Ayyamul Bidh secara lebih komprehensif.

Apalagi, tanggal 15 Syaban juga bertepatan dengan peringatan Nisfu Syaban yang memiliki nilai spiritual tersendiri bagi umat Islam.

Kondisi ini menjadikan puasa Ayyamul Bidh tidak hanya bernilai ibadah sunnah, tetapi juga sarana memperkuat kesiapan spiritual menjelang bulan Ramadan.

Lantas, apakah puasa Ayyamul Bidh harus dilaksanakan selama tiga hari penuh, ataukah boleh dikerjakan sebagian saja sesuai kemampuan?

Selain persoalan jumlah hari, masih banyak umat Islam juga belum memahami secara utuh makna, hukum, serta keutamaan puasa Ayyamul Bidh.

Bahkan, sebagian lainnya belum mengetahui jadwal pelaksanaannya dalam kalender Masehi, sehingga kerap terlewat tanpa disadari.

Di sisi lain, bacaan niat dan tata cara pelaksanaannya juga sering menjadi pertanyaan, terutama terkait perbedaan niat puasa sunnah dengan puasa wajib seperti Ramadan.

Berikut adalah hukum pelaksanan puasa Ayyamul Bidh, jadwal lengkap, dan bacaan niat yang perlu diketahui.

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Secara bahasa, istilah Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”. Penamaan ini tidak lepas dari fenomena alam yang terjadi pada pertengahan bulan hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15.

Para ulama menjelaskan, pada malam-malam tersebut bulan berada dalam fase purnama.

Cahaya rembulan bersinar sangat terang hingga menerangi kegelapan malam, seolah-olah malam tampak putih bercahaya. Dari kondisi inilah istilah Ayyamul Bidh berasal.

Lebih dari sekadar penamaan, puasa Ayyamul Bidh juga mengandung makna filosofis.

Puasa di hari-hari putih diharapkan mampu “memutihkan” hati manusia yang kerap ternodai oleh dosa dan kelalaian, sebagaimana cahaya bulan purnama menerangi malam yang gelap.

Baca Juga: Kepergok Saat Hendak Curi Kabel, Pelaku Lukai Warga Pakai Pisau Kater

Apakah Puasa Ayyamul Bidh Harus Tiga Hari Penuh?

Menjawab pertanyaan yang kerap muncul di masyarakat, Ustaz Dzulqarnain Sunusi dalam ceramahnya yang dipublikasikan melalui kanal YouTube Dzulqarnain MS menjelaskan bahwa puasa Ayyamul Bidh tidak harus dikerjakan selama tiga hari penuh.

Menurutnya, apabila seseorang hanya mampu melaksanakan puasa Ayyamul Bidh selama satu atau dua hari saja, maka hal tersebut tetap dibolehkan dan sudah mendapatkan pahala puasa sunnah.

Apabila ketidaksempurnaan tersebut disebabkan oleh uzur tertentu, maka puasa yang terlewat tidak wajib diganti atau diqadha, karena waktu pelaksanaannya telah berlalu.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz. Ia menegaskan, pada hakikatnya puasa Ayyamul Bidh tidak disyaratkan harus dikerjakan secara lengkap pada tanggal 13, 14, dan 15.

Selama masih berada di hari-hari tersebut, puasa tetap sah dan berpahala meski tidak dilakukan secara penuh.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026

Mengacu pada penanggalan Syaban 1447 Hijriah, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh pada Februari 2026 jatuh pada tiga hari berturut-turut, yaitu.

Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, sebagaimana puasa sunnah pada umumnya.

Menariknya, tanggal 15 Syaban juga bertepatan dengan peringatan puasa Nisfu Syaban.

Dengan demikian, umat Islam yang berpuasa Ayyamul Bidh pada hari tersebut sekaligus dapat menunaikan puasa sunnah Nisfu Syaban.

Baca Juga: Sosok Arxyad Sam Albanjari Siapa? Namanya Ikut Terseret Isu Whip Pink Usai Kematian Lula Lahfah

Niat dan Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

Berbeda dengan puasa wajib Ramadan yang mensyaratkan niat di malam hari, niat puasa sunnah Ayyamul Bidh memiliki kelonggaran waktu.

Niat boleh dilakukan sejak malam hari, atau pada pagi hari setelah matahari terbit, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

‎نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta'âlâ.

Artinya: 
“Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah Ta'ala.”

Adapun pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh pada prinsipnya sama dengan puasa sunnah lainnya.

Jemaah yang berpuasa diwajibkan menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar atau waktu Subuh hingga matahari terbenam pada waktu Magrib.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan sahur sebelum fajar, karena sahur mengandung keberkahan sebagaimana diajarkan dalam sunnah Rasulullah SAW.

Tags:
puasaapa itu puasa Ayyamul Bidhniat puasa Ayyamul Bidhpuasa Ayyamul Bidh apakah harus 3 haripuasa Ayyamul Bidh

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor