Ayah dari pebulu tangkis andalan Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, Kurniahu Tjio Kay Kie, meninggal dunia pada Kamis, 29 Januari 2026. (Sumber: X/@badmintalk)

OLAHRAGA

Penyebab Ayah Marcus Fernaldi Gideon Meninggal karena Apa? Ini Fakta Terbaru Wafatnya Kurniahu Tjio Kay Kie

Kamis 29 Jan 2026, 12:20 WIB

POSKOTA.CO.ID - Ayah dari pebulu tangkis andalan Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, yakni Kurniahu Tjio Kay Kie, meninggal dunia pada Kamis, 29 Januari 2026.

Kepergian sosok yang dikenal sebagai mantan atlet sekaligus pelatih legendaris ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi insan olahraga Tanah Air.

Kurniahu sendiri tutup usia pada umur 66 tahun. Informasi wafatnya Kurniahu pertama kali disampaikan kepada publik melalui akun resmi Gideon Badminton Academy.

Akademi yang ia dirikan dan bina tersebut menjadi saksi dedikasi panjangnya dalam membangun dan mencetak atlet-atlet muda berbakat.

"Keluarga besar Gideon Badminton Academy menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Kurniahu Tjio Kay Kie, pendiri dan pembina Gideon Badminton Academy," tulis keterangannya.

Ucapan belasungkawa tersebut disertai doa dan pengharapan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dalam menghadapi masa berduka.

"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan," tulis Gideon Badminton Academy.

Baca Juga: Jasmine Wiljono Siapa? Ini Sosok yang Viral Disebut Sebagai Pemilik Whip Pink

Apa Penyebab Ayah Marcus Fernaldi Gideon Meninggal?

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Kurniahu Tjio Kay Kie.

Pihak keluarga maupun kerabat belum memberikan pernyataan lebih lanjut terkait kondisi kesehatan almarhum sebelum wafat.

Kurniahu dikenal sebagai pemain bulu tangkis pada era akhir 1970-an hingga 1980-an.

Pada masa itu, ia kerap tampil di berbagai turnamen internasional dan menjadi bagian dari generasi pebulu tangkis yang turut mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Setelah gantung raket, Kurniahu melanjutkan pengabdiannya sebagai pelatih.

Dirinya aktif membina atlet-atlet muda di klub Tangkas dan dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam proses pembinaan jangka panjang.

Dari tangannya, lahir banyak pemain potensial yang kemudian mewarnai persaingan bulu tangkis nasional.

Perannya di PB Tangkas menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan pembinaan atlet di Indonesia.

Selain sebagai pelatih, Kurniahu juga merupakan figur ayah yang sangat berpengaruh dalam perjalanan karier Marcus Fernaldi Gideon.

Baca Juga: Safaruddin Siapa dan dari Partai Apa? Ini Sosok Anggota DPR RI yang Cecar Kapolres Sleman soal Kasus Hogi Minaya

Sejak usia dini, dia mendorong Marcus untuk menekuni dunia bulu tangkis secara serius.

Kurniahu bahkan sempat merelakan putranya untuk menempuh pendidikan di Singapura, sembari tetap berlatih bulu tangkis.

Namun, pada fase tersebut, tujuan utama bukan lagi mengejar prestasi di level internasional.

Setelah Marcus memutuskan kembali ke Indonesia karena tidak betah di Singapura, Kurniahu mengambil peran lebih besar dengan memberikan gemblengan langsung kepada sang putra.

Proses pembinaan intensif tersebut menjadi fondasi penting dalam perkembangan teknik dan mental bertanding Marcus.

Berkat kerja keras dan bimbingan tersebut, Marcus akhirnya berhasil menembus Pelatnas Cipayung.

Kariernya terus menanjak hingga mencapai puncak prestasi sebagai pemain ganda putra nomor satu dunia saat berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Tags:
Kurniahu meninggal duniapenyebab ayah Marcus Fernaldi Gideon meninggalKurniahu Tjio Kay Kieayah Marcus Fernaldi Gideon meninggalMarcus Fernaldi Gideon

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor