POSKOTACOID - Layanan dana PayLater kini telah menjadi salah satu andalan masyarakat dalam proses transaksi online.
Metode pembayaran menggunakan PayLater kian digemari masyarakat karena dinilai mudah dan praktis dibandingkan metode lainnya.
Dikutip dari Shopee, PayLater adalah metode pembayaran yang memungkinkan masyarakat untuk membeli barang kebutuhan sekarang dan membayarnya di kemudian hari atau 'buy now pay later' (BNPL).
Jadi, masyarakat tetap dapat membeli barang sekarang dan melunasi pembayaran nya nanti dengan cara dicicil sesuai dengan batas waktu atau tenor yang dipilih.
Baca Juga: Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Terbaru: Tenor Panjang, Cicilan Ringan Mulai Rp86 Ribu
Kemudahan yang itu lah yang membuat sejumlah masyarakat tertarik menggunakan layanan ini ketika belanja online atau transaksi lainnya.
Namun, sebelum memutuskan menggunakan PayLater, ada baiknya jika masyarakat menyimak beberapa tips di bawah ini.
Tips Pakai PayLater
Merangkum dari website resmi Shopee, ada empat tips jitu yang dapat diikuti masyarakat sebelum mulai menggunakan PayLater.
1. Atur Limit Sesuai Bujet
Sebelum mulai menggunakan PayLater, tentukan lebih dulu limit PayLater yang hendak digunakan. Pastikan bijak dalam mengatur limit supaya pengeluaran tetap terkontrol.
Baca Juga: Gagal Bayar Lazada PayLater, Benarkah Ada DC Lapangan? Ini Penjelasan Lengkapnya
Pastikan layanan PayLater yang digunakan sebagai solusi mengatasi masalah keuangan di saat kondisi terdesak, bukan malah membuat pengeluaran bulanan makin membengkak dan tak terkendali.
Pilih limit yang realistis dan tidak terlalu tinggi. Idealnya, tagihan paylater tidak lebih dari 30 persen dari pemasukan bulanan. Misalnya, dengan gaji Rp5 juta, pastikan tagihan PayLater tidak lebih dari Rp1,5 juta saja per bulan.
2. Cek Kredibilitas PayLater
Hal paling penting yang perlu dilakukan sebelum menggunakan PayLater, yakni dengan memastikan kredibilitas layanan yang hendak digunakan.
Periksa legalitas layanan yang ingin digunakan dan pastikan jika PayLater tersebut sudah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Masyarakat bisa mengecek kredibilitas layanan PayLater lewat situs resmi OJK. Hindari menggunakan paylater ilegal dan tidak berizin.
Baca Juga: Jasmine Wiljono Siapa? Ini Sosok yang Viral Disebut Sebagai Pemilik Whip Pink
3. Lakukan Riset dan Perbandingan
Melakukan riset terhadap sejumlah layanan PayLater juga perlu dilakukan untuk mencari mana layanan yang paling man dan menguntungkan untuk digunakan.
Selain itu, lakukan juga perbandingan terkait izin operasi, suku bunga, biaya administrasi, layanan penyelesaian pengaduan konsumen, hingga cara memilih cicilan.
Kamu bisa memilih layanan PayLater yang menyediakan tenor cicilan sesuai dengan kemampuan dan anggaran bulanan yang dimiliki.
4. Pahami Seluruh Syarat dan Ketentuan
Hal lain yang tak boleh terlewatkan sata memutuskan untuk menggunakan PayLater, yakni dengan mempelajari dan memahami seluruh persyaratan dan ketentuan yang tersedia.
Setiap penyedia PayLater biasanya memiliki kebijakan tertentu. Oleh karena itu, pengguna perlu mencermati dengan seksama supaya menghindari masalah tak terduga, seperti denda yang bisa muncul jika pembayaran tidak sesuai jadwal, hingga ketentuan terkait perlindungan data pribadi.