POSKOTA.CO.ID - Perkembangan layanan pinjaman online (pinjol) di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan, seiring kebutuhan masyarakat terhadap akses dana cepat yang praktis.
Salah satu aplikasi yang banyak dibicarakan adalah Uang Indo (Asisten Pinjaman), sebuah platform pinjaman digital yang mengklaim mampu mencairkan dana hanya dalam hitungan menit tanpa melalui proses BI Checking, dengan tujuan akhir langsung ke dompet digital DANA.
Klaim tersebut menjadikan Uang Indo sebagai alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan dana darurat, terutama bagi pengguna dengan keterbatasan akses kredit perbankan konvensional.
Namun, di tengah kemudahan tersebut, pemahaman menyeluruh tetap diperlukan agar pengguna tidak terjebak risiko finansial di kemudian hari.
Baca Juga: Dana Cicil Tidak Muncul? Ini Cara Mengaktifkan Dana Cicil Terbaru 2026 yang Terbukti Berhasil
Klaim Pencairan Cepat Tanpa BI Checking
Melansir dari channel Youtube @Bang Wicak Cuy, Uang Indo disebut menawarkan proses pencairan yang relatif singkat. Dalam salah satu ulasan pengguna, dana pinjaman diklaim masuk ke saldo DANA dalam waktu kurang dari satu menit setelah pengajuan disetujui.
“Prosesnya cepat dan tidak ada pengecekan BI Checking, dananya langsung masuk ke DANA,” ujar seorang pengguna dalam ulasan video Youtube @Bang Wicak Cuy
Model pinjaman tanpa BI Checking ini umumnya menyasar pengguna nonbankable atau mereka yang memiliki riwayat kredit kurang ideal. Namun, pakar keuangan mengingatkan bahwa absennya BI Checking bukan berarti tanpa risiko, terutama terkait bunga dan biaya layanan.
Limit dan Tenor Pinjaman yang Ditawarkan
Dari informasi yang tersedia di laman aplikasi dan ulasan pengguna, Uang Indo menawarkan limit pinjaman mulai dari Rp400.000 hingga Rp20.000.000. Rentang ini tergolong kompetitif dibandingkan sejumlah aplikasi pinjol sejenis yang beroperasi di Indonesia.
Sementara itu, tenor pinjaman yang disediakan cukup bervariasi, yakni mulai dari 91 hari hingga maksimal 240 hari. Fleksibilitas tenor ini memberikan ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan cicilan dengan kemampuan finansial masing-masing.
Dalam konteks literasi keuangan, tenor yang lebih panjang dapat membantu menurunkan beban cicilan bulanan, meski di sisi lain berpotensi meningkatkan total bunga yang harus dibayarkan.
Mekanisme Pencairan ke Saldo DANA
Salah satu daya tarik utama Uang Indo adalah opsi pencairan dana langsung ke dompet digital DANA. Agar proses ini berjalan lancar, pengguna perlu melakukan pengaturan tertentu terlebih dahulu.
Aktivasi BI-FAST di Aplikasi DANA
Pengguna diminta mengaktifkan fitur BI-FAST pada akun DANA mereka. Aktivasi dilakukan melalui menu pengaturan profil dengan mendaftarkan nomor ponsel sebagai identitas penerima transfer. Langkah ini bertujuan mempermudah proses pengiriman dana dari aplikasi pinjol ke akun DANA pengguna.
Registrasi dan Pengisian Data di Uang Indo
Setelah itu, pengguna perlu mengunduh aplikasi Uang Indo melalui Play Store dan melakukan registrasi menggunakan nomor ponsel yang sama dengan akun DANA. Selanjutnya, pengguna diminta mengisi data diri dasar, seperti tanggal lahir, status perkawinan, alamat, serta jenis pekerjaan.
Dalam ulasan pihak ketiga disebutkan, bagi pengguna tanpa pekerjaan tetap, memilih kategori wiraswasta dinilai dapat meningkatkan peluang persetujuan. Namun, informasi yang diinput tetap harus sesuai kondisi sebenarnya.
Kontak Darurat sebagai Syarat Verifikasi
Sebagai bagian dari prosedur verifikasi, pengguna juga diminta mencantumkan dua nomor kontak darurat. Praktik ini umum diterapkan pada layanan pinjol sebagai bentuk mitigasi risiko kredit.
Baca Juga: Mau Aktifkan TikTok PayLater? Intip Syarat, Cara, dan Limit Kredit Hingga Rp10 Juta
Klaim Tingkat Persetujuan Tinggi
Uang Indo diklaim memiliki tingkat persetujuan hingga 85 persen, khususnya bagi pengguna baru yang memperoleh voucher atau penawaran khusus saat pendaftaran awal.
“Pengguna baru biasanya mendapat peluang acc lebih besar, apalagi jika ada voucher khusus,” ungkap narasi dalam ulasan video Youtube tersebut.
Klaim ini menjadikan Uang Indo kerap disebut sebagai solusi dana cepat tanpa BI Checking. Meski demikian, tidak ada jaminan bahwa seluruh pengajuan akan disetujui, karena penilaian tetap dilakukan berdasarkan kebijakan internal aplikasi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara konsisten mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman online. Dalam laman resminya, OJK menegaskan, “Masyarakat harus memahami manfaat, biaya, risiko, serta kewajiban sebelum menggunakan layanan keuangan digital”
Hal senada juga disampaikan oleh Bank Indonesia yang menekankan pentingnya literasi keuangan dalam era digital. Pinjaman online dapat menjadi solusi jangka pendek, namun berpotensi menjadi beban apabila tidak dikelola secara bijak.
Uang Indo hadir sebagai salah satu opsi pinjaman online dengan klaim pencairan cepat tanpa BI Checking dan transfer langsung ke saldo DANA. Dengan limit hingga Rp20 juta dan tenor fleksibel, aplikasi ini menawarkan kemudahan akses dana bagi sebagian masyarakat.
Namun, pengguna tetap perlu melakukan riset mandiri terkait legalitas aplikasi, bunga, biaya layanan, serta ketentuan penagihan, sebelum mengajukan pinjaman. Kemudahan akses seharusnya diimbangi dengan tanggung jawab finansial yang matang.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan ulasan pihak ketiga yang bersifat informatif. Tidak ada afiliasi langsung dengan penyedia aplikasi. Pembaca disarankan memverifikasi legalitas pinjol melalui OJK dan memahami seluruh syarat sebelum menggunakan layanan pinjaman online.