POSKOTA.CO.ID - Profil Tika Mega Lestari mendadak menjadi sorotan publik setelah kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Istri dari Pesulap Merah, Marcel Radhival, itu meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, di Bandung.
Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan selebritas dan masyarakat yang mengikuti perjalanan hidup pasangan tersebut.
Tika Mega Lestari mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.46 WIB di RS Hasan Sadikin, Bandung, setelah menjalani perjuangan panjang melawan penyakit serius yang dideritanya selama bertahun-tahun. Kabar wafatnya Tika dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan kerabat dekat, serta diperkuat dengan ucapan belasungkawa dari sejumlah figur publik.
Lantas, siapa sebenarnya Tika Mega Lestari, istri Pesulap Merah yang selama ini jarang tersorot kamera? Berikut profil dan kisah hidup mendiang.
Sosok Tika Mega Lestari di Mata Keluarga dan Publik
Nama Tika Mega Lestari mungkin tidak setenar sang suami yang dikenal luas lewat aksi kontroversialnya membongkar praktik-praktik perdukunan dan pengobatan yang dianggap menyesatkan. Namun, peran Tika dalam kehidupan Marcel Radhival disebut sangat besar dan menentukan.
Tika lahir dan besar di Bandung, Jawa Barat. Ia dikenal sebagai pribadi yang sederhana, berkepribadian lembut, serta menjauh dari sorotan publik. Pernikahannya dengan Marcel Radhival berlangsung pada 21 Februari 2021, menjadi awal perjalanan hidup baru yang dijalani keduanya dengan penuh kesederhanaan.
Dalam beberapa kesempatan, Marcel Radhival menyebut sang istri sebagai sumber kekuatan utama di tengah tekanan yang kerap ia hadapi. Mulai dari hujatan di media sosial hingga ancaman yang muncul akibat konten-konten sensitif yang ia angkat.
“Istri saya adalah orang yang paling tahu bagaimana kondisi saya sebenarnya. Dia selalu ada saat saya jatuh,” ujar Marcel Radhival dalam salah satu wawancara yang beredar di media sosial.
Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa besar peran Tika Mega Lestari sebagai pendamping hidup, bukan hanya dalam ranah personal, tetapi juga psikologis.
Kehidupan Pribadi dan Minat Tika Mega Lestari
Di luar perannya sebagai istri figur publik, Tika Mega Lestari dikenal memiliki beragam minat. Ia menyukai budaya Korea, belajar bahasa Hangeul, serta gemar travelling. Aktivitas tersebut kerap dibagikannya melalui media sosial pribadi, meski dengan porsi yang sangat terbatas.
Akun Instagram Tika tercatat memiliki sekitar 8,6 ribu pengikut, jauh dari kesan selebritas. Unggahannya didominasi momen keseharian yang sederhana, perjalanan singkat, serta kebersamaan hangat bersama sang suami.
Meski berada di lingkungan artis dan figur publik, Tika memilih untuk tidak mengejar popularitas. Sikap ini membuatnya dikenal sebagai sosok yang membumi dan apa adanya, sebuah karakter yang kerap dipuji oleh orang-orang terdekat.
Baca Juga: Kenapa Reza Arap Diperiksa Polisi Terkait Kematian Lula Lahfah? Ternyata Ini Dugaan yang Terungkap
Perjuangan Panjang Melawan Penyakit Serius
Di balik senyum dan ketenangan yang kerap ia tampilkan, Tika Mega Lestari menyimpan perjuangan berat melawan anemia aplastik, penyakit langka yang menyerang sumsum tulang dan memengaruhi produksi sel darah.
Perawatan medis dijalaninya dalam waktu lama, sebagian besar dilakukan tanpa sorotan media. Marcel Radhival beberapa kali menegaskan bahwa kondisi kesehatan istrinya murni disebabkan faktor medis, sekaligus membantah rumor liar yang mengaitkannya dengan hal mistis.
“Tidak ada kaitannya dengan hal-hal lain. Ini murni penyakit medis,” tegas Marcel dalam klarifikasinya di media sosial.
Sikap terbuka tersebut menjadi bentuk edukasi kepada publik, sekaligus upaya melindungi martabat sang istri di tengah derasnya spekulasi.
Ucapan Belasungkawa dari Sejumlah Figur Publik
Kabar Tika Mega Lestari meninggal dunia langsung menuai reaksi dari berbagai kalangan. Sejumlah artis dan tokoh publik menyampaikan belasungkawa secara terbuka.
Ustaz Felix Siauw menulis,
“Ya Rab, innalillahi wa inna ilaihi raji’un, yang sabar bro.”
Atta Halilintar turut menyampaikan duka,
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita, Mas.”
Sementara Gilang Dirga juga menuliskan ungkapan singkat penuh empati,
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”
Ungkapan duka ini mencerminkan besarnya simpati publik terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Warisan Keteladanan Tika Mega Lestari
Kepergian Tika Mega Lestari meninggalkan jejak keteladanan tentang kesetiaan, ketabahan, dan kesederhanaan. Meski tidak dikenal luas sebagai figur publik, perannya dalam mendampingi Pesulap Merah di masa-masa sulit menjadi cerita yang membekas di hati banyak orang.
Profil Tika Mega Lestari menjadi pengingat bahwa di balik sorotan dunia hiburan, terdapat sosok-sosok pendukung yang memilih berjalan dalam diam, namun memiliki pengaruh besar dalam kehidupan orang-orang terkasih.