Klarifikasi aparat yang mengamankan dan menuduh penjual es kue menggunakan zat berbahaya. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA RAYA

Polisi dan TNI Minta Maaf soal Video Viral Penjual Es Jadul di Kemayoran

Selasa 27 Jan 2026, 17:31 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Video viral penjual es jadul yang sempat diamankan anggota Polri dan TNI di Utan Panjang, Jakarta Pusat, menuai kritik dari masyarakat.

Hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya memastikan seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses aman dan layak dikonsumsi.

Berdasarkan hasil tersebut, Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa menyampaikan klarifikasi.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, mengaku menyesal atas tindakan yang dilakukan.

“Kami Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” kata Ikhwan dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Januari 2026.

Baca Juga: Penjual Es Kue Viral Ngaku Kapok Jualan ke Jakarta usai Dituding Pakai Gabus dan Dianiaya

Ikhwan menjelaskan, tindakan awal terhadap pedagang es kue tersebut merupakan respons atas laporan warga yang khawatir terhadap jajanan yang dijual.

“Sebagai petugas di lapangan, kami berkewajiban hadir dan merespons setiap laporan demi menjaga keselamatan warga,” ucapnya.

Ia menyebut peneguran dilakukan sebagai upaya edukasi agar tidak ada konsumen yang dirugikan.

“Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya,” kata dia.

Namun, Ikhwan mengakui pihaknya menyimpulkan terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari instansi berwenang.

“Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada penjual es yang terdampak.

“Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau,” ujar Ikhwan.

Ikhwan mengatakan, dirinya memahami dampak kejadian tersebut terhadap usaha pedagang kecil.

Ke depan, pihaknya berkomitmen lebih berhati-hati dan mengedepankan prosedur yang sesuai dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Kami tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis bagi seluruh warga,” ucap Ikhwan.

Tags:
Kemayoranes kueTNIPolries jadul

Pandi Ramedhan

Reporter

Fani Ferdiansyah

Editor