Ilustrasi perangkat audio mobil. (Sumber: Istimewa)

OTOMOTIF

Penjualan Mobil Lesu, Industri Audio Justru Catat Pertumbuhan

Selasa 27 Jan 2026, 12:37 WIB

POSKOTA.CO.ID - Industri otomotif nasional menghadapi tekanan sepanjang 2025. Penjualan mobil baru tercatat mengalami penurunan akibat berbagai faktor, mulai dari melemahnya daya beli kelas menengah ke bawah, pengetatan pembiayaan kredit kendaraan, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Kondisi tersebut berdampak luas terhadap pelaku industri otomotif, termasuk sektor pendukung seperti komponen dan aksesori kendaraan.

Audio Plus Indonesia Klaim Tetap Bertumbuh

Ilustrasi perangkat audio mobil. (Sumber: Istimewa)

Di tengah situasi pasar yang menantang tersebut, Audio Plus Indonesia, produsen perangkat audio mobil merek Harmonic Harmony hingga Goldhorn, justru mengklaim mampu mempertahankan kinerja positif sepanjang 2025.

CEO Audio Plus Indonesia, Andreas Tjahjadi menyebut bahwa penjualan perusahaan di pasar domestik masih menunjukkan tren pertumbuhan.

Baca Juga: Viral Sosok Ayah Bigmo Jannah Terjerat Kasus Korupsi: Siapa Muhammad Nasihan dan Apa Pekerjaannya?

“Kalau industri audio secara keseluruhan saya tidak tahu ya, karena tidak punya datanya. Tetapi kalau dari kami, Audio Plus di domestik bertumbuh,” ujar Andreas saat ditemui di Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Meski tidak merinci angka pasti, Andreas mengungkapkan bahwa performa penjualan Audio Plus Indonesia di dalam negeri masih berada di jalur positif dalam beberapa tahun terakhir.

“Jadi dari 2023, 2024 ke 2025 kami bertumbuh tetapi tidak banyak, tidak turun juga buat pasar domestiknya,” kata Andreas.

Ia menambahkan, peningkatan penjualan Audio Plus Indonesia di pasar domestik berada di bawah angka 10 persen.

Baca Juga: Link Video 7 Menit Yuka dan Jule Check In di Hotel Ramai Diburu, Benarkah? Cek Fakta Viral Terbarunya

Selain pasar dalam negeri, Audio Plus Indonesia juga mencatatkan lonjakan penjualan yang signifikan di pasar internasional sepanjang 2025. Minat terhadap produk audio mobil buatan Indonesia ini disebut terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Kalau internasional dari 2024 ke 2025 kita naik 2,5 kali lipat. Jadi ada peningkatan 250 persen,” tegas Andreas.

Capaian tersebut menjadi catatan positif, terutama di tengah kondisi industri otomotif global yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Penjualan Mobil Nasional Turun

Sebagai gambaran kondisi pasar otomotif nasional, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan mobil baru secara ritel pada 2025 tercatat 833.692 unit.

Baca Juga: Beda Podgeter dan Vape Apa? Viral Disorot Warganet usai Terungkap Mengandung Zat Berbahaya

Sementara itu, angka distribusi dari pabrik ke diler atau wholesales berada di level 803.687 unit.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, retail sales mobil baru mengalami penurunan sekitar 6,3 persen dari 889.680 unit pada 2024. Penurunan juga terjadi pada wholesales yang merosot 7,2 persen, dari 865.723 unit di tahun sebelumnya.

Di tengah penurunan penjualan mobil baru, kinerja positif Audio Plus Indonesia menunjukkan bahwa sektor pendukung otomotif masih memiliki peluang, terutama melalui diversifikasi pasar dan ekspansi internasional.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa pelaku industri otomotif perlu beradaptasi dengan perubahan pasar agar tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi global.

Tags:
mobilPenjualan Mobil Nasionalperangkat audio mobilPenjualan mobilotomotif

Erwan Hartawan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor