POSKOTA.CO.ID - DJ Bravy atau biasa dikenal Vconk akan menempuh jalur hukum usai dirinya dan Mister Aloy dituduh terlibat dalam dugaan penyalahgunaan Whip Pink yang dikaitkan dengan penyebab meninggalnya selebgram Lula Lahfah.
Kabar tersebut muncul usai beredarnya unggahan di Threads dari akun @syifaachria yang menyebutkan adanya dua publik figur berinisial A dan B yang dikabarkan diperiksa pihak berwajib terkait dugaan penyalahgunaan Whip Pink
"Berita burung Aloy dan Bravy diBAP. Gue bilang berita burung ya. Kalau owner Whip Pink si Arxyad terpantau di Hongkong, valid A1 no hoax,”. Untuk Aloy Bravy bukan ranah gue ya cantik dan ganteng. Jadi gue fokus bahas owner whip pink dan whip cream saja!," tulis akun @syiifaachria di Threads.
Menanggapi kabar burung tersebut, Bravy menyampaikan keluh kesahnya melalui saluran channel di akun Instagram pribadinya usai namanya ikut tersere dalam isu menurut dia tidak berdasar.
Baca Juga: Harga Whip Pink di Jakarta dan Bali Berapa? Produk yang Ramai Dibicarakan Usai Wafatnya Lula Lahfah
Bravy Bikin Polling di Instagram
Bravy sempat membuat polling di saluran Instagramnya untuk meminta saran apakah dirinya perlu mengambil langkah hukum atau tidak.
“Kasusin jangan?," tanya Bravy.
Saat ini diketahui bahwa Bravy sudah berkonsultasi dengan tim kuasa hukumnya. Ia menegaskan siap untuk membawa masalah ini ke ranah hukum atas tuduhan yang dianggap sebagai fitnah dan pencemaran nama baik.

“Selamat siang guys, Gue sudah konsul sama tim dan juga kuasa hukum. Kita sudah sepakat akan mengurus ke jalur hukum buat semua akun yang memberitakan hal-hal tidak benar atau fitnah dengan membawa gue dan teman-teman gue," tulis Bravy.
Baca Juga: Sosok Arxyad Sam Albanjari Siapa? Namanya Ikut Terseret Isu Whip Pink Usai Kematian Lula Lahfah
“Buat teman-teman yang masih liat itu di sosmed, boleh kabarin gue yah. Thank you so much guys," tutupnya.
Langkah hukum ini menjadi respons tegas dari Bravy terhadap penyebaran informasi yang dinilai tidak berdasar, sekaligus sebagai upaya menjaga nama baik dirinya dan rekan-rekannya di tengah situasi duka dan polemik yang berkembang liar di ruang publik..