CILINCING, POSKOTA.CO.ID - Angin kencang menghancurkan atap sekolah Yayasan Pendidikan dan Sosial Baburridho di Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara pada Senin, 26 Januari 2026 dini hari.
Pantauan Poskota di lokasi, yang paling terdampak akibat angin kencang dari bangunan sekolah itu yakni bagian atap.
Terlihat bagian atap yang terbuat dari asbes tersebut sudah rusak akibat tertiup angin kencang. Sementara bangunan lainnya seperti ruangan yang berada di lantai dasar masih aman.
Tampak beberapa bagian atap yang terbuat dari asbes itu hilang pascaditerpa angin kencang, akibatnya salah satu ruangan terlihat bolong.
Baca Juga: Ayah Biologis Ressa Rizky Rossano Siapa? Ini Fakta dan Dugaan di Balik Klaim Anak Kandung Denada
Menurut salah satu warga, Azzam peristiwa angin kencang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Kebetulan sekolah juga sedang tidak ada aktivitas karena ada kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB pagi, itu saya juga kebangun karena ada suara kencang dari luar," kata Azzam kepada Poskota di lokasi Selasa, 27 Januari 2026.
Saat kejadian, ia langsung melihat apa yang terjadi di luar. Kebetulan saat kejadian di kawasan tersebut sedang terjadi hujan.
Wanita yang sehari-hari berjualan makanan dan minuman ringan ini mengatakan, saat keluar, dirinya sudah mendapati barang-barang termasuk gerobaknya yang sudah bergeser.
Baca Juga: Viral Sosok Ayah Bigmo Jannah Terjerat Kasus Korupsi: Siapa Muhammad Nasihan dan Apa Pekerjaannya?
"Pas saya lihat keluar ternyata gerobak saya udah geser ke sana (depan rumah tetangga)," ungkap dia.
Beruntung rumah yang ditempati tidak terjadi kerusakan yang begitu fatal. Hanya saja ia menyebut atap sekolah SD dan SMP itu tampak sudah beterbangan.
"Atap-atapnya itu pada rusak, pada terbang. Kalau rumah alhamdulillah aman, cuma gerobak saya aja yang pindah, dia geser sendiri," ungkapnya.
Satu Orang Alami Luka Ringan

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, total ada sebanyak 102 rumah tinggal, 12 gudang kayu, 2 sekolah, 1 masjid, dan 1 musola yang terdampak angin kencang.
Baca Juga: Seperti Apa Jam Kerja Dapur Program Makan Gratis? Ini Pembagian Tugas Pemorsian sampai Packing
Adapun bangunan yang terdampak berada di Kelurahan Kalibaru tepatnya di RW 06, RW 07, RW 08, dan RW 12. Lalu di Kelurahan Semper Timur tepatnya di RW 09, dan di RW 09 Kelurahan Cilingcing.
Salah satu yang terdampak rumah milik Endah Hernawati, 70 tahun, wanita lanjut usia (lansia) yang berada di Komplek Airud RT 05 RW 09, Kelurahan Semper Timur.
Terlihat rumah milik Endah rusak di beberapa bagian, terutama bagian dapur yang terlihat tidak lagi memiliki atap usai diterpa angin.
Angin kencang membuat sejumlah perabotan di rumah tersebut juga rusak. Kerusakan rumah akibat angin kencang tersebut cukup parah karena atap-atap terlihat bolong.
Baca Juga: Jasmine Wiljono Siapa? Ini Sosok yang Viral Disebut Sebagai Pemilik Whip Pink
Endah menceritakan, saat kejadian dirinya sudah terbangun untuk melakukan solat tahajud. Setelah selesai solat, ia pun beranjak dari kamar dan mendapati angin kencang yang tiba-tiba saja menerjang rumahnya.
"Begitu keluar dari kamar mandi, tiba-tiba angin tuh kencang sekali kayak suara mobil. Saya kaget, saya keluar, saya ke dorong angin. Saya jatuh ke pintu, terbang," kata Endah.
Endah saat itu berusaha melindungi dirinya sendiri dengan memegang pintu rumahnya. Ia juga berusaha meminta bantuan kepada anak dan tetangganya saat angin kencang memporak-porandakan rumahnya.
"Saya ke pintu jatuh, saya bangun lagi. Saya ke bawah angin. Saya mentok ke pintu kamar mandi. Saya keluar lagi, pintu dapur kebuka. Itu terbang semua. Saya lihat itu kayak kilat," ucap dia.
Baca Juga: Perjuangan Melawan Dua Penyakit Berat, Istri Pesulap Merah Meninggal Dunia Hari Ini
"Semua barang-barang terbang, atap semua, tapi saya enggak tau terbang ke mana. Terus kan dapur kebuka, tiba-tiba lampunya mati, terus langsung masuk ke kamar lagi," tambah Endah.
Angin kencang yang berlangsung sekitar hampir setengah jam itu membuat Endah sangat trauma. Terlebih ia sudah lansia, dan sudah tidak lagi gesit seperti waktu muda dulu.
Beruntung, ia bersama anak dan seisi rumah selamat dalam insiden angin kencang tersebut. Meski terlihat rumah yang ia tinggali sudah rusak akibat angin kencang.
"Baru anak saya, adik saya pada keluar. Nolongin saya. Diangkat saya ke dalam, tapi saya takut karena genteng pada jatuh," ungkap Endah.
Akibatnya Endah mengalami luka ringan pada bagian kaki sebelah kanan dan telah mendapatkan perawatan dari Puskesmas Kelurahan. Saat ini ia mengaku masih trauma dan lemas.
"Alhamdulillah saya enggak apa-apa, cuma kaki saya aja ini jadi agak demam. Terus juga saya trauma banget, soalnya saya menyaksikan langsung," ucapnya.