Sejumlah kendaraan saat melintas di jalur Sampay-Cieles, Kabupaten Lebak yang amblas akibat pergerakan tanah. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

Daerah

Akibat Curah Hujan Tinggi Jalan di Lebak Amblas, Mobilitas Warga Terhambat

Selasa 27 Jan 2026, 12:11 WIB

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Ruas jalan Sampay-Cieles, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak amblas yang mengakibatkan arus lalu lintas di jalur tersebut terhambat.

Menurut warga, amblesnya jalan tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari lalu.

Saat ini, para pengendara roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas jalur itu. Karena sebagian besar badan jalan patah.

Tak hanya itu, sejumlah retakan juga terlihat di beberapa titik di sekitar tanjakan, sehingga mengindikasikan potensi pergerakan tanah susulan masih bisa terjadi.

Baca Juga: Ayah Biologis Ressa Rizky Rossano Siapa? Ini Fakta dan Dugaan di Balik Klaim Anak Kandung Denada

"Saya mau arah ke Pandeglang, saya nekat melintasi jalan amblas ini karena memang jalur paling dekat. Meski harus melintasi jalan amblas, alhamdulillah selamat," kata Aep pada Selasa, 27 Januari 2026.

Ia mengungkapkan, amblasnya badan jalan membuat pengendara harus ekstra waspada. Menurutnya, kedalaman lubang cukup membahayakan terutama bagi sepeda motor.

"Tentu kesulitan, karena amblasnya dalam sekali. Motor suka nyangkut. Kalau tidak hati-hati bisa tergelincir," katanya.

Aep berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga sehari-hari.

Baca Juga: Viral Sosok Ayah Bigmo Jannah Terjerat Kasus Korupsi: Siapa Muhammad Nasihan dan Apa Pekerjaannya?

"Perbaikan dari PUPR sudah ada, diisi batu, tapi rusak lagi. Kalau hujan dan dilewati mobil, rusaknya cepat. Harapannya segera diperbaiki secara permanen," ucapnya.

Penyebab Jalan Amblas

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh menjelaskan, bahwa amblasnya jalan disebabkan pergerakan tanah yang dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi. 

Ia menyebut, kondisi tanah di wilayah tersebut memang labil dan saling terhubung dengan titik pergerakan tanah lain.

"Ini murni pergerakan tanah. Di bawahnya memang sudah kosong. Kalau penanganannya tidak permanen, kejadian seperti ini pasti terulang," tuturnya.

Baca Juga: Jasmine Wiljono Siapa? Ini Sosok yang Viral Disebut Sebagai Pemilik Whip Pink

Hamdan mengakui, selama ini penanganan di tanjakan Tajur masih bersifat darurat dan parsial, karena keterbatasan anggaran. 

"Upaya sementara dilakukan dengan mengisi rongga tanah menggunakan batu dan melandaikan kembali tanjakan agar jalan tetap bisa dilalui," tambahnya.

"Jika penanganan permanen harus menyeluruh. Seluruh badan jalan terdampak harus dipancang," sambungnya.

Menurut Hamdan, anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan permanen diperkirakan mencapai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.

"Untuk penanganan menyeluruh di tanjakan Tajur, minimal anggarannya di atas Rp2 miliar sampai Rp3 miliar," pungkasnya.

Tags:
jalan amblasPandeglangKabupaten Lebak

Samsul Fatoni

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor