POSKOTA.CO.ID - Pembekuan fitur Shopee PayLater (SPayLater) menjadi keluhan yang cukup sering dialami pengguna, terutama ketika terjadi keterlambatan pembayaran meski hanya satu hari.
Kondisi ini kerap membuat pengguna panik karena limit yang sebelumnya aktif tiba-tiba tidak dapat digunakan. Padahal, dalam beberapa kasus, fitur tersebut masih bisa diaktifkan kembali dengan prosedur tertentu.
Pengalaman ini dibagikan oleh kreator konten Youtube Nara Zhishu melalui video berjudul “SHOPEE PAYLATER DIBEKUKAN?, BEGINI CARA ATASINYA, BISA DI COBA”.
Dari pengalaman langsung tersebut, terdapat sejumlah pelajaran penting bagi pengguna Shopee PayLater agar lebih memahami sistem serta langkah yang bisa ditempuh saat akun dibekukan.
Baca Juga: Dana PayLater Riba Atau Tidak? Simak Hukumnya dalam Islam
Shopee PayLater Dibekukan Meski Telat Sehari
Dalam video tersebut, Nara Zhishu mengungkapkan bahwa akun Shopee PayLater miliknya dibekukan meski hanya terlambat membayar satu hari. Padahal, limit yang dimiliki cukup besar, mencapai Rp15 juta.
“Limit PayLater aku sampai Rp15 juta, tapi cuma telat satu hari langsung dibekukan. Muncul notifikasi kalau fitur tidak tersedia sementara,” ujar Nara Zhishu dalam videonya.
Kasus ini menegaskan bahwa Shopee menerapkan sistem penilaian risiko yang ketat. Ketepatan waktu pembayaran menjadi faktor utama dalam menjaga status akun tetap aktif. Bahkan keterlambatan singkat tetap tercatat dalam sistem.
Langkah Mengajukan Aktivasi Ulang Shopee PayLater
Meski fitur PayLater dibekukan, Nara menjelaskan bahwa akun Shopee tetap bisa digunakan seperti biasa untuk transaksi non-kredit. Sambil menunggu, ia mencoba mengajukan permintaan bantuan melalui Live Chat Customer Service Shopee.
Langkah yang dilakukan adalah memilih menu Pembeli → Shopee PayLater & S-Pinjam agar tersambung langsung dengan petugas yang menangani layanan kredit. Proses ini penting agar laporan tidak salah jalur.
Petugas Customer Service kemudian meminta beberapa data pendukung.
“CS minta screenshot halaman PayLater yang dibekukan dan menanyakan apakah sebelumnya pernah telat bayar,” jelas Nara.
Data tersebut digunakan untuk proses verifikasi awal sebelum akun direkomendasikan ke tim internal Shopee PayLater.
Proses Verifikasi dan Estimasi Waktu Aktivasi
Setelah data dikirim, Customer Service menyampaikan bahwa akun akan diajukan ke tim internal untuk dilakukan pengecekan lanjutan. Pengguna juga diminta memberikan alamat email aktif sebagai sarana komunikasi resmi.
“Katanya, pemberitahuan lanjutan bakal dikirim lewat email dan estimasinya sekitar tiga hari kerja,” ungkapnya.
Tak lama kemudian, email konfirmasi benar-benar masuk, menandakan bahwa permohonan aktivasi ulang telah diteruskan ke tim terkait. Namun, proses ini tidak selalu instan.
Menurut Nara, sistem Shopee PayLater akan memeriksa ulang berbagai aspek, termasuk riwayat pembayaran, data akun, dan potensi risiko gagal bayar. Karena itu, durasi aktivasi ulang bisa lebih lama dari perkiraan awal.
Shopee PayLater Akhirnya Aktif Kembali
Setelah melalui pertukaran email dan pengiriman ulang data yang diminta, fitur Shopee PayLater milik Nara akhirnya berhasil diaktifkan kembali. Ia pun menutup pengalamannya dengan pesan penting bagi pengguna lain.
“PayLater itu sangat membantu, tapi harus dipakai dengan bijak. Jangan sampai telat bayar, karena risikonya besar,” tegasnya.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa meski pembekuan Shopee PayLater tidak selalu bersifat permanen, proses pemulihannya membutuhkan kesabaran dan kepatuhan terhadap prosedur.
Baca Juga: Limit hingga 15 Juta! Begini Cara Aktivasi dan Naikkan Limit Lazada PayLater
Penyebab Lain Shopee PayLater Dibekukan
Selain keterlambatan pembayaran, terdapat beberapa faktor lain yang dapat memicu pembekuan Shopee PayLater, antara lain:
- Aktivitas akun yang dianggap tidak wajar atau mencurigakan
- Verifikasi data diri yang belum lengkap atau perlu pembaruan
- Terlalu sering melakukan transaksi kredit dalam waktu singkat
- Pengajuan kenaikan limit yang berulang
- Proses pemeriksaan keamanan oleh sistem dan algoritma Shopee
Shopee sendiri menyebutkan bahwa fitur PayLater tunduk pada evaluasi berkala demi menjaga keamanan pengguna dan mitra pembiayaan.
Pembekuan Shopee PayLater bisa terjadi kapan saja, bahkan hanya karena telat bayar satu hari. Namun, pengguna masih memiliki peluang untuk mengaktifkan kembali fitur tersebut melalui Live Chat Customer Service, pengiriman data pendukung, serta menunggu proses verifikasi internal.
Kunci utama agar Shopee PayLater tetap aman digunakan adalah disiplin membayar tepat waktu, menjaga aktivitas akun tetap wajar, serta menggunakan layanan kredit secara bertanggung jawab.