Sesi diskusi dibuka oleh Pebalap reli sekaligus Brand Ambassador PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Rifat Sungkar. Dalam pemaparannya, Rifat membahas faktor yang membuat Mitsubishi Destinator menarik perhatian konsumen, termasuk dari kalangan perempuan.
Diskusi berlanjut pada malam hari dengan menghadirkan Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama mengulas strategi Jaecoo menghadapi tantangan industri otomotif 2026, mulai aspek regulasi, produk, hingga inovasi.
Industri Otomotif Hadapi Tantangan Multi Sektor
Ketua Pelaksana Touring Forwot 2026, Jeffry Yanto Sudibyo menyampaikan, pemilihan narasumber disesuaikan dengan tren dan dinamika industri otomotif saat ini.
“Tahun ini industri otomotif dihadapkan dengan ketidakpastian regulasi, meningkatnya daya saing akibat hadirnya merek-merek baru, hingga perubahan gaya hidup. Karena itu, Forwot mengemas diskusi ini dalam kegiatan touring dengan fokus tantangan industri otomotif 2026,” ucapnya.
Rangkaian Touring Forwot 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai aktivitas kebersamaan, seperti permainan interaktif dan pembagian doorprize. Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan sejumlah sponsor, antara lain MMKSI, JAECOO Indonesia, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Suzuki Indomobil Sales (SIS), BYD Motor Indonesia, Wuling Motors Indonesia, Astra Honda Motor (AHM), Toyota Astra Motor (TAM), Dyandra Promosindo, Wahana Makmur Sejati (WMS), serta Geely Auto Indonesia.
Baca Juga: BMW Astra Mampang Terapkan Konsep Bangunan Berkelanjutan, Hemat Energi dan Dukung EV
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Forwot juga kembali menghadirkan program sosial “Andhum Kaharsa”, sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga besar Forwot. Program ini berupa bantuan pendidikan bagi anak-anak mendiang anggota Forwot yang telah berpulang.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peserta untuk mengasah kreativitas dengan membuat konten media sosial yang menampilkan Mitsubishi Destinator dan JAECOO J5 EV, sejalan dengan tren SUV terbaru dan meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik di Indonesia.
