Tak berhenti sampai di situ, dr. Dwita memperdalam keilmuannya di bidang kedokteran olahraga.
Dia baru saja menyelesaikan pendidikan sport medicine di Saint George University of London, Inggris.
Dari pendidikan tersebut, dr. Dwita resmi menyandang status sebagai dokter sport cardiology tersertifikasi.
Baca Juga: Seperti Apa Jam Kerja Dapur Program Makan Gratis? Ini Pembagian Tugas Pemorsian sampai Packing
Kemudian, dalam praktik klinis, dr. Dwita juga berkiprah sebagai dokter di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJD) Harapan Kita, Jakarta.
Rumah sakit ini dikenal luas sebagai pusat rujukan nasional untuk penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Di tengah serangan netizen, dukungan seniri datang dari sesama tenaga medis.
Dokter Tirta Mandira Hudhi melalui akun X @tirta_cipeng turut memberikan pembelaan terhadap dokter Dwita.
"Tepat. Dr @wita_desandri sejauh ini adalah masih satu2 nya sport cardiologist yg ada di Indonesia. Jadi harus kuliah dokter umum, lanjut dokter jantung, baru akhirnya bisa kuliah lagi di bidang sport. Salah satu guru dan pengajar yg aku segani. Ngawur itu yg ngatain beliau," tulis dokter Tirta.
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas latar belakang akademik dan profesional dokter Dwita Rian Desandri di tengah polemik yang menyeret namanya di ruang publik.
