Ilustrasi penggunaan PayLater dan risiko keamanan akun digital di tengah maraknya penipuan pinjaman online. (Sumber: Gemini AI)

EKONOMI

Cara Pakai PayLater Punya Teman Tanpa Rusak Hubungan

Senin 26 Jan 2026, 19:59 WIB

POSKOTA.CO.ID - Penggunaan layanan buy now pay later (BNPL) atau PayLater semakin populer di Indonesia. Fleksibilitas pembayaran yang ditawarkan membuat banyak orang tergoda memanfaatkannya, bahkan tak jarang meminjam akun PayLater milik teman dekat atau kerabat.

Di satu sisi, cara ini dianggap praktis. Namun di sisi lain, risiko konflik hubungan hingga penipuan digital mengintai jika tidak dilakukan secara bijak.

Fenomena ini kian relevan di tengah maraknya kasus pembobolan akun ShopeePayLater (SPayLater) dan SPinjam, yang membuat pemilik akun harus menanggung tagihan pinjaman yang tidak pernah mereka ajukan.

Kasus tersebut menjadi pelajaran penting bahwa penggunaan PayLater terlebih milik orang lain harus disertai pemahaman risiko hukum dan finansial.

Baca Juga: Cara Aktifkan Paylater BCA di myBCA: Ini Syarat, Cicilan Mulai 0 Persen

Meminjam PayLater Teman: Boleh, tapi Penuh Risiko

Melansir dari channel Youtube @Solusi Keuangan, secara aturan, akun PayLater bersifat pribadi dan tidak diperuntukkan bagi pihak lain. Artinya, meminjam akun teman untuk transaksi apa pun tetap menempatkan pemilik akun sebagai pihak yang bertanggung jawab secara hukum.

Praktik meminjam PayLater teman biasanya dilakukan karena keterbatasan limit, akun belum aktif, atau kebutuhan mendesak. Namun tanpa kesepakatan jelas, hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, terutama jika terjadi keterlambatan bayar, denda, atau bahkan penyalahgunaan data.

Pakar literasi keuangan menilai transparansi sebagai kunci utama. Kesepakatan lisan saja sering kali tidak cukup untuk menjaga hubungan tetap sehat.

Cara Pakai PayLater Punya Teman Tanpa Merusak Hubungan

Agar hubungan pertemanan tetap terjaga, ada beberapa prinsip yang wajib diperhatikan:

1. Buat Kesepakatan yang Jelas Sejak Awal

Sebelum transaksi dilakukan, sepakati nominal, tenor cicilan, tanggal pembayaran, hingga siapa yang menanggung denda jika terjadi keterlambatan. Idealnya, kesepakatan tersebut dituangkan dalam bentuk pesan tertulis.

2. Bayar Lebih Cepat dari Jatuh Tempo

Membayar lebih awal menunjukkan itikad baik dan tanggung jawab. Sikap ini penting untuk menjaga kepercayaan, sekaligus menghindari beban bunga dan denda yang bisa merugikan pemilik akun.

3. Jangan Menguasai Akses Akun

Hindari meminta kata sandi, kode OTP, atau akses penuh ke akun teman. Transaksi sebaiknya dilakukan bersama atau dengan pengawasan langsung pemilik akun.

4. Sadari Risiko Hukum dan Kredit

Jika terjadi masalah, nama pemilik akunlah yang tercatat di sistem penyedia layanan keuangan dan SLIK OJK. Risiko ini harus dipahami bersama sejak awal.

Waspada Penipuan: Akun ShopeePayLater dan SPinjam Dibobol

Risiko penggunaan akun PayLater semakin besar ketika dikaitkan dengan maraknya kejahatan siber. Salah satu kasus yang sempat mencuat dialami oleh pengguna bernama Tania Putri, yang mengaku akun Shopee miliknya diretas hingga limit SPayLater dan SPinjam terkuras habis.

Meski telah melapor ke pihak Shopee, korban tetap diminta melunasi tagihan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem sering menganggap transaksi sah apabila dilakukan dari akun pengguna, meskipun sebenarnya hasil peretasan.

Menanggapi hal tersebut, kanal YouTube Solusi Keuangan membagikan langkah-langkah penting bagi korban.

Baca Juga: Cara Aktifkan Paylater Mandiri 2026: Syarat, Limit hingga Rp20 Juta, dan Panduan Lengkap

Laporkan ke Polisi, Bukan Hanya ke Platform

“Kecuali Kakak membawa masalah ini ke jalur hukum ke kantor polisi dan melaporkan si penipunya, baru akan ada proses hukumnya,” ujar narator Solusi Keuangan dalam tayangan edukatifnya.

Laporan polisi menjadi bukti kuat bahwa transaksi yang terjadi merupakan tindak pidana, bukan kelalaian pengguna.

Gunakan Bukti Lapor Saat Penagihan

Selama proses hukum berjalan, korban biasanya tetap dihubungi penagih. Dalam kondisi ini, surat laporan kepolisian dapat digunakan sebagai dasar komunikasi agar penagihan dilakukan secara proporsional.

Peluang Pemutihan Tagihan

Jika terbukti sebagai korban penipuan dan menunjukkan itikad baik, penyedia layanan umumnya memiliki kebijakan khusus. Korban penyalahgunaan data sering masuk dalam prioritas evaluasi penghapusan tagihan, meski prosesnya membutuhkan waktu.

Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati

Kasus pembobolan akun menjadi pengingat bahwa keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah memberikan data pribadi, kode OTP, atau akses akun kepada siapa pun, termasuk orang terdekat.

“Sekali data diberikan, risikonya sangat besar dan solusinya tidak mudah,” tegas narator Solusi Keuangan.

Bagi pengguna PayLater, langkah preventif seperti mengganti kata sandi secara berkala, mengaktifkan verifikasi dua langkah, dan tidak menggunakan akun di perangkat orang lain sangat dianjurkan.

Memakai PayLater milik teman memang terlihat sebagai solusi cepat, tetapi risikonya tidak kecil. Tanpa kesepakatan jelas dan pemahaman risiko, hubungan pertemanan bisa terganggu, bahkan berujung masalah hukum dan finansial. Di tengah meningkatnya kasus penipuan digital, kehati-hatian dan literasi keuangan menjadi kunci utama.

Tags:
pinjaman online penipuan SPinjamShopeePayLater dibobolrisiko paylatercara pakai paylater teman

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor