Unggahan Dinar Candy soal podgeter picu berbagai reaksi netizen (Sumber: Instagram/@dinar_candy)

HIBURAN

Unggahan Dinar Candy soal Podgeter Picu Polemik Usai Kabar Meninggalnya Lula Lahfah

Minggu 25 Jan 2026, 13:50 WIB

POSKOTA.CO.ID - Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Selebgram terkenal, Lula Lahfah, dikabarkan meninggal dunia di kediamannya pada Jumat, 23 Januari 2026.

Informasi tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan mengundang keprihatinan luas dari publik.

Hingga kini, pihak keluarga bersama aparat kepolisian menyebutkan bahwa penyebab wafatnya Lula berkaitan dengan kondisi kesehatan yang telah lama dideritanya.

Namun, berdasarkan keterangan awal dari tenaga medis, korban diketahui mengalami henti napas.

Baca Juga: Beda Podgeter dan Vape Apa? Viral Disorot Warganet usai Terungkap Mengandung Zat Berbahaya

Apa Itu Podgeter yang Disebut Berbahaya oleh Dinar Candy?

Postingan Instagram Dinar Candy mengenai podgeter (Sumber: Instagram/@dinar_candy)

Di tengah suasana berkabung, perhatian warganet tertuju pada unggahan Dinar Candy di Instagram.

Dilansir dari akun Instagram @dinar_candy pada Minggu, 25 Januari 2026. DJ sekaligus selebritas tersebut menyampaikan peringatan keras terkait bahaya podgeter, istilah yang digunakan untuk vape mini yang disebut-sebut beredar luas di lingkungan klub malam.

Dalam unggahannya, Dinar mengingatkan generasi muda agar berhati-hati terhadap benda tersebut.

Ia mengaku kerap ditawari podgeter oleh anak-anak muda di tempat hiburan malam dengan iming-iming sensasi melayang hingga pagi. Namun, Dinar menegaskan dirinya menolak karena memilih menjaga gaya hidup sehat.

Baca Juga: Jasmine Wiljono Siapa? Ini Sosok yang Viral Disebut Sebagai Pemilik Whip Pink

Unggahan Peringatan Dinar Candy Ramai di Media Sosial

Dinar juga menyinggung pengalamannya melihat seseorang yang kehilangan kendali setelah menggunakan podgeter, bahkan mengajak orang lain untuk ikut mencobanya.

Menurutnya, orang tua perlu lebih waspada dan mengawasi anak-anak yang mulai beranjak dewasa karena benda tersebut dinilainya berbahaya dan mengandung zat terlarang.

Unggahan tersebut langsung menuai respons beragam dari warganet.

Sebagian netizen mengaitkan peringatan Dinar Candy dengan meninggalnya Lula Lahfah, meski tidak ada pernyataan resmi maupun bukti yang menghubungkan keduanya. Dinar sendiri tidak pernah menyebut nama Lula dalam unggahannya.

Baca Juga: Kasus Meninggalnya Lula Lahfah, Polisi Sebut Hasil Pemeriksaan Medis Baru Diketahui Senin

Di kolom komentar, perdebatan pun tak terhindarkan seperti:

"Salute sih sekelas DJ bisa speakUp , ini real ya guys aku udh melihat sendiri tetangga rumah kakak gue OD hampir matehok gara2 vape , aku gak tau ya jenis2 nya tapi emg ada vape zaman skrg yg isi nya bermacam2. Aduhhh zaman ini makin makin ajeeer," ungkap @_al***

"heran deh sama orang-orang dikasih tau demi kebaikan diri sendiri malah dikatain, udah jelas-jelas bahaya sampe ada korban jiwa begini masih ga melek. Stop deh biar apa coba? dibilang gaul, keren? kalau udah modar baru tau rasa," tanggapan @hi***

Ada netizen yang mendukung peringatan Dinar sebagai bentuk kepedulian, namun tak sedikit pula yang menilai waktu penyampaiannya kurang tepat mengingat keluarga Lula masih dalam suasana berduka.

Baca Juga: Isi Pesan Terakhir Lula Lahfah Bikin Pilu, Keanu Ungkap Curhat Sahabatnya Sebelum Meninggal

"kenapa speakupnya harus pas banget sama meninggalnya LL? Kyk kesannya membenarkan berita negatif yg beredar," ketik @shan***.

"Momen ya itu loh yg bikin nyesek bacanya disaat yg lain sedang berbelasungkawa knapa anda ber peran bah anak baik," komen @dic***

"Sok"an edukasi , padahal orang lagi berduka, kek gada empati ya," tulis @new***

Beberapa warganet mengingatkan pentingnya empati dan etika dalam menyikapi kabar duka, setidaknya hingga proses pemakaman selesai.

Hingga kini, unggahan tersebut masih ramai diperbincangkan dan memicu diskusi luas di media sosial.

Tags:
vape miniDJInstagram Dinar CandyPodgetermeninggal duniaLula Lahfah Selebgramdunia hiburanKabar duka

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor