JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta dalam beberapa waktu terakhir kembali menimbulkan persoalan baru, yakni kerusakan jalan hingga berlubang.
Kondisi jalanan seperti ini dinilai membahayakan untuk keselamatan para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Jalan berlubang kerap kali menjadi jebakan, terutama saat hujan deras sehingga membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas.
Pengendara yang melintas akhirnya harus mengurangi kecepatan secara mendadak atau tiba-tiba berbelok untuk menghindari lubang yang berisiko memicu kecelakaan.
Baca Juga: Plat JPO Hilang Dicuri, Gubernur Pramono Instruksikan Bina Marga Ganti Material Anti Maling
Ryan 34 tahun, seorang pengemudi ojek online mengaku hampir setiap hari menemui jalan rusak saat bekerja.
Menurutnya kondisi tersebut sangat berbahaya, apalagi bagi pengendara motor yang harus terus bergerak dari satu titik ke titik lain.
“Bahaya banget kalau jalan lubang gitu, apalagi saya setiap hari di jalan pasti nemu aja tuh jalan rusak,” ujar Ryan kepada Poskota di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia menilai perbaikan jalan yang selama ini dilakukan masih bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah secara tuntas. Ryan berharap perbaikan dilakukan secara permanen agar tidak cepat rusak kembali.
Baca Juga: Diduga Berasal dari Pabrik Kabel, Banjir Air Campur Oli di Cisereh Tangerang Masuk Permukiman Warga
“Kadang tuh mereka cuma nambel doang, nggak permanen gitu. Kan ujung-ujungnya rusak lagi pasti. Harusnya dipermanenin, jangan asal nambel aja,” ucap Ryan.
Pengalaman nyaris celaka juga pernah dialami Ryan saat sedang mengantar pesanan di tengah hujan. Karena terburu-buru dan pandangan terhalang genangan, ia tidak menyadari adanya lubang di jalan.
“Pernah saya hampir jatuh lagi mau anterin orderan, gara-gara buru-buru juga hujan waktu itu. Ada genangan saya nggak engeh, saya terobos, eh ternyata lubang. Hampir jatuh waktu itu,” kata Ryan.
Ia pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan yang lebih serius demi keselamatan para pengguna jalan.
Baca Juga: Polisi Pastikan Isu Es Gabus Berbahan Busa Kasur di Kemayoran Tidak Benar
“Harapannya mah kalau bisa ditambel permanen, jangan asal perbaiki aja, percuma,” ungkanya.
Keluhan serupa disampaikan pengemudi ojek online lainnya, Azis, 27 tahun. Ia menilai jalan berlubang menjadi ancaman serius, terutama saat hujan turun dan lubang tertutup air sehingga tidak terlihat.
“Bahaya itu jalan rusak, apalagi pas hujan. Kadang genangan itu kita nggak engeh kalau itu berlubang, jadi diterobos aja. Hampir jatuh saya,” ujar Azis.
Azis berharap perbaikan jalan dapat dilakukan dengan cepat sebelum menelan korban. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama.
“Harapannya sih cepat diperbaiki aja, jangan sampai makan korban jiwa baru diperbaiki,” katanya. (cr-4)