3 Risiko Galbay Shopee SPinjam dan SPayLater yang Bisa Mempengaruhi Riwayat Keuangan

Minggu 25 Jan 2026, 19:06 WIB
Risiko Galbay Shopee SPinjam dan SPayLater: Ini 3 Dampak Serius yang Wajib Dipahami Pengguna (Sumber: Dok/Shoope)

Risiko Galbay Shopee SPinjam dan SPayLater: Ini 3 Dampak Serius yang Wajib Dipahami Pengguna (Sumber: Dok/Shoope)

Video tersebut juga mengulas alasan debt collector bisa menghubungi keluarga atau kerabat. Saat pengguna pertama kali menginstal aplikasi, sistem biasanya meminta akses ke daftar kontak. Data inilah yang kemudian tersimpan dan dapat dimanfaatkan saat proses penagihan.

“Makanya jangan kaget kalau yang dihubungi bukan cuma satu nomor. Itu karena kontak sudah tersimpan sejak awal,” jelas pemateri.

Ia menyarankan agar pengguna tidak terpancing emosi dan tidak perlu menanggapi setiap pesan atau panggilan. Cukup sampaikan satu kali pernyataan singkat, misalnya, “Saya akan membayar ketika sudah ada uang,” lalu fokus pada pemulihan kondisi ekonomi pribadi.

Risiko Terbesar: Catatan Buruk di SLIK OJK

Di luar tekanan psikologis dari penagihan, risiko paling nyata dari galbay Shopee Spinjam dan SPayLater adalah tercatatnya riwayat kredit buruk di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

Catatan ini dapat menghambat pengguna saat mengajukan kredit di bank, leasing, maupun layanan pembiayaan lain di masa depan. Dalam banyak kasus, pengajuan KPR, kredit kendaraan, bahkan kartu kredit dapat langsung ditolak karena skor kredit yang buruk.

Menurut OJK, riwayat kredit merupakan salah satu indikator utama kelayakan debitur. Oleh karena itu, gagal bayar pinjol legal memiliki dampak jangka panjang yang perlu dipertimbangkan secara matang.

Pemateri menutup penjelasannya dengan imbauan agar masyarakat tidak panik menghadapi tekanan DC. Kunjungan lapangan memang bisa terjadi di wilayah tertentu seperti Jabodetabek, namun tidak selalu dan umumnya didahului pemberitahuan resmi.

“Yang penting tetap tenang, penuhi kebutuhan dasar hidup, dan jangan terintimidasi kata-kata yang menakutkan,” ujarnya.

Edukasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat lebih bijak menggunakan layanan paylater dan pinjaman online. Memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen dapat mencegah stres berlebihan sekaligus meminimalkan risiko finansial di masa depan.


Berita Terkait


News Update