JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut banjir yang merendam sejumlah wilayah di Jakarta Barat dipengaruhi kiriman air dari wilayah hulu, terutama dari Tangerang dan Tangerang Selatan, melalui sejumlah sungai.
“Seperti Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart yang bermuara di Cengkareng Drain,” kata Pramono saat meninjau pengungsian di Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menyebut permukaan air di Cengkareng Drain mulai menunjukkan penurunan.
“Permukaan air di Cengkareng Drain sudah mengalami penurunan dari 350 menjadi 315. Batas aman berada di angka 310 dan ini terus kami kejar,” sambungnya.
Baca Juga: Banjir Jakarta: 13 Titik Pengungsian Disiapkan, 78 RT dan 7 Ruas Jalan Masih Tergenang
Pramono juga menyampaikan sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Daan Mogot, sebagian besar sudah dapat dilalui kendaraan. Namun, masih terdapat satu titik genangan di KM 13.
Sementara itu, salah satu lokasi pengungsian berada di masjid RW 01 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng. Hingga Sabtu pagi, tercatat sebanyak 45 kepala keluarga atau 177 jiwa mengungsi di lokasi tersebut.
Pramono memastikan penanganan banjir berjalan optimal dan kondisi pengungsi dalam keadaan sehat. Ia juga memerintahkan penambahan pompa air untuk mempercepat penanganan genangan.
“Masyarakat berharap air segera surut. Untuk itu, saya telah memerintahkan Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa. Saat ini sudah ada tambahan empat pompa, sehingga total pompa di lokasi ini menjadi tujuh unit,” jelasnya.
Selain penambahan pompa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas curah hujan.
OMC dilakukan dengan intensitas minimal dua kali dan maksimal tiga kali dalam sehari, sesuai kebutuhan.
“Tujuan utama kita adalah menurunkan curah hujan agar masyarakat yang mengungsi dapat segera kembali ke rumah masing-masing,” tuturnya.