Obrolan Warteg tentang penanganan bencana di Kabupaten Pati. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Nah Ini Dia

Obrolan Warteg: Kolaborasi untuk Kebaikan, Bukan Keburukan

Sabtu 24 Jan 2026, 10:23 WIB

POSKOTA.CO.ID - Penanganan bencana hendaknya tidak terpengaruh situasi politik yang tengah terjadi, seperti saat mengatasi masalah banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Itu pula yang dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dengan membawa serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terjun ke lokasi banjir.

Tak hanya memberikan bantuan kepada warga korban banjir, ia juga mengecek langsung penanganan banjir yang hingga kini masih melanda sejumlah daerah.

Seperti diberitakan, kedatangan Wagub Jateng dan rombongan ke Pati dilakukan dua hari selepas penangkapan Bupati Pati, Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 21 Januari 2026.

Baca Juga: Penyebab Mati Listrik 7 Hari di Indonesia Apa? Ternyata Ini Penjelasan Lengkapnya

“Penanganan bencana tak bisa ditunda-tunda, terlebih membantu warga masyarakat yang wilayahnya masih terendam banjir,“ kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Diberitakan, sudah 14 hari lamanya puluhan desa di Kabupaten Pati masih terendam banjir akibat curah hujan ekstrem sejak 9 Januari 2026. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, hingga Kamis 22 Januari 2026, sebanyak 52 desa di 7 kecamatan masih terendam. Jumlah pengungsi 1.624 jiwa dari 649 KK,” jelas mas Bro.

“Berarti OTT KPK digelar saat Pati sedang dilanda banjir ya,” kata Yudi.

“Loh, pemberantasan korupsi tidak akan terpengaruh oleh situasi setempat, jangan karena banjir lantas OTT batal. Enggak, lah. Begitu juga penanganan banjir tidak lantas tertunda karena bupatinya terkena OTT,” urai mas Bro.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

“Yang terdengar, penanganan banjir di Pati mendapat apresiasi dari kalangan anggota dewan di Senayan karena dinilai sat-set dan garcep melalui pola kerja sama, gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak,” kata Heri.

“Kolaborasi memang dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, bangsa dan negara, tak terkecuali bencana banjir yang sekarang tengah melanda berbagai daerah,” jelas mas Bro.

“Tapi ada kolaborasi yang tidak untuk menyelesaikan masalah, malah menciptakan masalah,” ujar Yudi.

“Kolaborasi model apa itu,” protes Heri.

“Kolaborasi menciptakan korupsi. Tanpa kerja sama, ide yang sama, kesepakatan yang sama dan tujuan yang sama antarpelaku, korupsi tidak akan terjadi,” jawab Yudi.

“Gunakan istilah kolaborasi untuk tujuan positif, bukan negatif. Kedepankan kolaborasi untuk memajukan bangsa, bukan memundurkan bangsa dengan membangun kesepakatan jahat melakukan korupsi,” pinta mas Bro.

“Prinspnya kolaborasi untuk menciptaan kebaikan, bukan keburukan,” ujar Heri. (Joko Lestari)

Tags:
banjir PatiWakil Gubernur Jawa TengahBupati PatiKPK Obrolan Warteg

Tim Poskota

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor