CIMAHI, POSKOTA.CO.ID - Bundaran Jati, Kota Cimahi, kini tampil makin gagah. Tiga unit rudal Rapier berdiri kokoh menghiasi kawasan yang sebelumnya dikenal rawan macet.
Selain mempercantik kawasan, keberadaan alutsista ini sukses menyita perhatian para pengendara yang melintas.
Dari pantauan Poskota, rudal-rudal buatan Inggris tahun 1984 itu didominasi warna hijau dengan ujung merah menyala.
Posisi rudal mengarah ke langit, seolah siap siaga membidik sasaran di udara. Tak pelak, banyak pengguna jalan yang melirik bahkan memperlambat laju kendaraannya saat melintas di Bundaran Jati.
Tiga unit Rudal Rapier tersebut merupakan aset milik Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud).
Alutsista ini dikenal punya tingkat presisi tinggi dan menjadi andalan untuk menghadapi target pesawat maupun helikopter yang terbang rendah.
Setiap unit Rudal Rapier mampu memuat empat misil dengan kecepatan luncur mencapai 650 meter per detik. Jarak tempuhnya pun terbilang jauh, hingga 6,5 kilometer, dengan peluang perkenaan target mencapai 70 persen.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardhani, menjelaskan, pemasangan rudal tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Mabes TNI.
Baca Juga: Banjir Melanda Wilayah Pandeglang, Ibu Hamil Dievakuasi Pakai Perahu
"Ini kerja sama dengan Pussenarhanud Mabes TNI sebagai pemilik, untuk dijadikan aksesori pembangunan Bundaran Jati dengan pemasangan alutsista Rudal Rapier," kata Amy, Kamis 22 Januari 2026.
Menurutnya, rencana penempatan monumen alutsista itu sudah masuk dalam konsep awal penataan Bundaran Jati yang kini lebih rapi dan minim kemacetan.
"Ini kan tujuannya untuk mempercantik nuansa kota. Kalau kosong estetika kotanya terasa kurang cantik," ucapnya.
Sebagai kota yang dijuluki Kota Militer, Cimahi memang memiliki sejarah panjang terkait dunia kemiliteran. Sejak era kolonial Belanda, wilayah ini dikenal sebagai pusat pendidikan dan markas militer strategis.
Baca Juga: Pria 60 Tahun di Serang Tewas Tercebur Sumur saat Bangun Kandang Bebek
Keberadaan monumen Rudal Rapier di Bundaran Jati pun melengkapi deretan alutsista lain yang sudah lebih dulu terpasang di sejumlah titik.
"Di antaranya Tank AMX 13 APC dan Panser Saladin di Taman Perjuangan Jalan HMS Minaredja, monumen tank di Taman Adiraga dan Taman Sriwijaya, serta Meriam M-48 di perbatasan Kota Cimahi, Kelurahan Padasuka," ungkapnya.
Untuk diketahui, faktanya sekitar 30 persen wilayah Kota Cimahi memang kawasan militer. Secara historis sudah begitu sejak zaman Belanda, meski di titik lain temanya berbeda. (gat)