Siswa SMPN 1 Lembang, antusias mengikuti kegiatan mutigasi di Lembang, Rabu, 21 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Daerah

Murid SMPN 1 Lembang Laksanakan Simulasi Mitigasi Bencana

Rabu 21 Jan 2026, 20:35 WIB

BANDUNG BARAT, POSKOTA.CO.ID - Suasana belajar di SMPN 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mendadak mencekam. Siswa berteriak, guru sigap memberi perintah.

Kepanikan yang melanda ratusan siswa dan guru SMPN 1 Lembang itu, saat guncangan gempa terasa kuat di dalam ruang kelas, Rabu 21 Januari 2026. Kentungan dipukul keras sebagai tanda bahaya.

Mendengar bunyi tersebut, para siswa langsung berlindung di bawah meja sebelum dievakuasi keluar kelas menuju titik kumpul di lapangan sekolah. Situasi makin menegangkan ketika diketahui masih ada siswa yang terjebak di dalam kelas.

Petugas sekolah bersama sejumlah siswa bergerak cepat melakukan evakuasi menggunakan tandu. Bahkan, satu siswa harus dievakuasi dengan teknik vertical rescue lantaran mengalami cedera di lantai atas gedung sekolah. Beruntung, kejadian tersebut bukan gempa sungguhan.

Baca Juga: Lokasi Syuting Film Don Lee dan Lisa BLACKPINK di Karst Citatah, Bikin Warga Bandung Barat Geger

Suasana mencekam yang diakibatkan oleh bencana alam tersebut merupakan gambaran, rangkaian peristiwa dalam simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi yang digelar SMPN 1 Lembang bekerja sama dengan Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).

Kepala SMPN 1 Lembang, Ai Nurhayati, mengatakan simulasi gempa sangat penting mengingat lokasi sekolah berada di kawasan rawan gempa Sesar Lembang.

Siswa melakukan kegiatan mitigasi gempa di SMPN 1 Lembang, Rabu, 21 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

"Kami sering mendengar tentang Sesar Lembang dan potensi bahayanya. Dengan jumlah siswa sekitar 1.200 orang, setidaknya anak-anak tidak panik dan tahu cara melindungi diri saat bencana terjadi," kata Ai, Rabu 21 Januari 2026.

Dalam simulasi tersebut, siswa dan guru tidak hanya mendapatkan materi kebencanaan, tetapi juga praktik langsung di lapangan agar memiliki pengalaman nyata.

Baca Juga: Jembatan Gantung di Lebak Ambruk, Tiga Pengendara Motor Jatuh ke Sungai

"Harapannya, kesiapan sekolah makin baik sehingga jika bencana benar-benar terjadi, risiko korban bisa diminimalisir," katanya.

Ai menambahkan, kegiatan mitigasi bencana rutin digelar setiap tahun, bahkan bisa dua kali setahun. Tujuannya agar seluruh warga sekolah memahami langkah penyelamatan diri secara mandiri.

"Ilmu ini juga diharapkan bisa ditularkan siswa kepada keluarga di rumah," ucapnya.

Sementara itu, Ketua RPBL Anna Joestiana menegaskan pentingnya edukasi kebencanaan sejak usia sekolah. Menurutnya, sekolah merupakan wilayah yang sangat rentan gempa.

Baca Juga: PMI Non Prosedural Asal Serang Sakit Pendarahan di Arab Saudi, Ingin Pulang Harus Bayar Rp40 Juta

"Jarak sekolah ini dengan pusat Sesar Lembang hanya sekitar satu kilometer,” ungkap Anna.

Dia mengaku bangga melihat antusiasme para siswa yang aktif mengikuti simulasi. Menurutnya, pemahaman dasar kebencanaan sangat menentukan dalam menekan jumlah korban.

"Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan di sekolah-sekolah lain agar kewaspadaan meningkat dan risiko korban bisa ditekan semaksimal mungkin," ujarnya. (gat)

Tags:
Sesar Lembanggempa bumiBandung BaratSMPN 1 Lembangmitigasi bencanasimulasi

Gatot Poedji Utomo

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor