POSKOTA.CO.ID - Honda kembali memperluas langkahnya di segmen kendaraan listrik roda dua dengan menghadirkan Honda UC3, motor listrik terbaru yang resmi melakukan debut perdana di Thailand pada 9 Januari 2025.
Model ini juga dipastikan akan dipasarkan di Vietnam, menandai fokus Honda terhadap mobilitas ramah lingkungan di kawasan Asia Tenggara.
Menariknya, jejak Honda UC3 juga terpantau di Indonesia. Nama dan merek motor listrik tersebut telah tercatat dalam Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) dengan nomor registrasi IDM001340781, atas nama Honda Motor Co., Ltd yang berbasis di Tokyo, Jepang.
Pendaftaran ini memunculkan spekulasi bahwa UC3 berpeluang masuk pasar nasional.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Honda UC3 dikembangkan sebagai motor listrik dengan baterai tanam yang diklaim setara motor konvensional bermesin 110 cc. Model ini difokuskan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, dengan mengedepankan aspek kualitas serta standar keselamatan yang menjadi ciri khas Honda.
Dari sisi teknis, Honda UC3 mengandalkan baterai berjenis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang menawarkan daya jelajah hingga 122 kilometer dalam satu kali pengisian penuh.
Di Thailand, motor listrik ini dipasarkan dengan banderol 132.600 Baht atau sekira Rp71,1 juta.
Honda Tetap Kembangkan Motor Listrik Meski Tanpa Insentif

Pemerintah Indonesia belum memastikan pemberian insentif pembelian motor listrik. Apabila Honda UC3 benar-benar dipasarkan di Indonesia, aspek harga diprediksi menjadi tantangan tersendiri.
Kondisi tersebut membuat produsen harus menyusun strategi harga yang lebih matang.
Sebagai gambaran, Honda sebelumnya memberikan penyesuaian harga cukup signifikan untuk model motor listrik yang sudah lebih dulu hadir, seperti CUV e: dan EM1 e:, yang kini dipasarkan di kisaran Rp40 jutaan guna menarik minat konsumen.
Meski tanpa dukungan insentif, PT Astra Honda Motor (AHM) menegaskan tetap berkomitmen menghadirkan kendaraan listrik bagi pasar otomotif Indonesia.
“Tentu kami akan tetap memasarkan sepeda motor listrik. Karena memang ini bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan, memenuhi permintaan konsumen,” ujar Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication PT AHM, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Ke depan, Honda menyatakan siap menyambut apabila pemerintah kembali menggulirkan program insentif kendaraan listrik.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuat harga motor listrik semakin terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan populasi kendaraan listrik roda dua di Indonesia.