POSKOTA.CO.ID - Setiap pelaku usaha memiliki karakter arus kas yang berbeda. Bagi petani yang mengandalkan musim panen atau eksportir yang terikat jadwal pembayaran kontrak internasional, cicilan bulanan konvensional kerap menjadi beban.
Menjawab tantangan tersebut, KUR BNI 2026 hadir dengan skema pembiayaan yang lebih adaptif.
Program ini dirancang khusus untuk sektor produksi, termasuk pertanian dan ekspor, dengan dukungan ekosistem BNI Xpora yang berorientasi pada pasar global.
Dilansir dari laman resmi Bank BNI dan bniexperience pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan suku bunga tetap di level 6 persen per tahun, BNI memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produksi tanpa tekanan likuiditas harian.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
KUR BNI 2026 untuk Petani dan Eksportir: Fasilitas Khusus BNI Xpora
.jpg)
KUR BNI 2026 tidak hanya berfungsi sebagai sumber modal kerja, tetapi juga sebagai instrumen penguatan daya saing usaha.
Integrasi dengan BNI Xpora menjadikan pembiayaan ini relevan bagi UMKM yang ingin naik kelas, dari produksi lokal hingga ekspor.
Skema ini dirancang menyesuaikan siklus usaha, baik yang berbasis panen maupun kontrak ekspor jangka menengah hingga panjang.
Skema Yarnen, Solusi Pembiayaan Ramah Siklus Panen
Sektor pertanian kerap menghadapi pendapatan yang tidak rutin setiap bulan. Melalui fitur Yarnen (Bayar Panen), KUR BNI 2026 menawarkan kemudahan pembayaran yang lebih realistis.
Beberapa keunggulan skema Yarnen antara lain:
- Cicilan Fleksibel: Pembayaran pokok dan bunga dapat dilakukan saat masa panen, misalnya setiap 4 atau 6 bulan.
- Plafon Penggunaan Luas: Dana dapat dimanfaatkan untuk bibit, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan).
- Pendampingan Terintegrasi: BNI kerap menggandeng kelompok tani dan offtaker guna memberikan kepastian pasar, bukan sekadar modal.
BNI Xpora, Ekosistem Lengkap UMKM Menuju Pasar Global
Bagi eksportir pemula maupun UMKM berorientasi ekspor, kolaborasi KUR BNI dengan BNI Xpora menjadi nilai tambah strategis. Program ini tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga akses jejaring bisnis internasional.
Fasilitas unggulan BNI Xpora meliputi:
- Digital Showcase Produk: Produk UMKM dapat dipromosikan kepada buyer luar negeri melalui platform digital BNI.
- Pendampingan Teknis Ekspor: Mulai dari standar kualitas, pengemasan, hingga sertifikasi internasional.
- Business Matching: Dukungan jaringan kantor BNI di luar negeri seperti Singapura, London, dan New York untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra global.
Syarat dan Cara Pengajuan KUR BNI 2026
Meski menyasar sektor khusus, persyaratan KUR BNI 2026 tergolong sederhana dan dapat diajukan perorangan maupun kelompok usaha.
- Syarat utama meliputi:
- Legalitas Usaha: KTP, KK, dan NIB. Eksportir dianjurkan memiliki dokumen pendukung ekspor.
- Usaha Aktif: Minimal telah berjalan selama 6 bulan.
- Riwayat Kredit Sehat: Tidak memiliki kredit produktif sejenis di bank lain.
- Pengajuan Online: Proses awal dapat dilakukan melalui laman eform.bni.co.id dengan memilih sektor produksi atau Xpora.
Kombinasi bunga rendah KUR dengan ekosistem BNI Xpora membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di kancah global.