LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Hari keempat pelaksanaan open donasi pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga korban banjir bandang Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten mulai menunjukkan hasil.
Sejumlah material bangunan telah terkumpul dari para relawan dan masyarakat, yang telah memberikan donasinya.
Open donasi yang digelar Aliansi Masyarakat Lebakgedong ini berlangsung di depan Pendopo Bupati Lebak sejak Rabu, 14 Januari 2026.
Salah seorang pemuda Lebakgedong, Zaenudin mengungkapkan pada hari keempat penggalangan dana, sudah terkumpul sejumlah bahan material bangunan.
Donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membangun huntap bagi warga yang kini masih tinggal di hunian sementara (Huntara).
"Ada sebanyak 221 Kepala Keluarga (KK) korban bencana alam tahun 2020 lalu di Kecamatan Lebakgedong masih bertahan di Huntara. Sementara, bangunan Huntap yang dijanjikan pemerintah tak kunjung dibangun," kata Zaenudin kepada Poskota pada Senin, 19 Januari 2026.
Zainudin mengatakan mereka tinggal di gubuk-gubuk bertapakan terpal berwarna biru. Mereka bertahan di Huntara sudah 6 tahun lamanya, menunggu janji pemerintah yang akan membangun huntap.
"Sekarang sudah terkumpul beberapa material bangunan, mulai dari pasir 5 mobil, hebel dua kubik, semen 14 sak, baja ringan, atap seng, besi ceker ayam, kayu, terpal dan aqua gelas," ucapnya.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Penghentian Donasi dan Menanti Kepastian Pemerintah
Pengumpulan donasi bagi warga terdampak bencana ini akan dihentikan jika pematangan lahan yang dijanjikan pemerintah sudah terlaksana.
Tak hanya itu, donasi ini akan digelar oleh para relawan sebab sifatnya bencana nasional.
"Sampai terbit Perbub tentang pengesahan pergeseran anggaran yang dijanjikan kemarin. Rencana Senin, kalau Senin okeh kami pulang. Open donasi ini juga akan dilaksanakan ke tingkat Provinsi, bahkan Pusat. Kami ingin menanyakan kesanggupan apa yang akan di gelontorkan oleh mereka tuturnya.
"Karena ini sifatnya bencana nasional, semua pemerintah harus bahu membahu menyelesaikan persoalan Huntara di Lebakgedong," sambungnya.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Menanggapi hal itu, Asisten Daerah (Asda) II Lebak, Rahmat menilai aksi open donasi yang dilakukan Aliansi Masyarakat Lebakgedong sah-sah saja.
"Open donasi secara aturan sah-sah saja, yang penting penggunaannya sesuai," ucap Rahmat.
Menurut Rahmat, Pemkab Lebak bukan pada kapasitas menjawab mau atau tidaknya, melihat Aliansi Masyarakat Lebakgedong melakukan open donasi.
"Kami tidak dalam kapasitas menjawab mau atau tidak mau, karena semua pihak boleh membantu," ujarnya.
Selain itu, Rahmat mengklaim bahwa Pemkab Lebak sudah berupa semaksimal mungkin dalam memperjuangkan Huntara Lebakgedong.
"Pemkab ini sudah sangat maksimal, meskipun dengan kondisi terbatas. Mudah-mudahan setelah rapat dengan ketua DPRD Lebak, ini bisa kami putuskan percepatan yang bisa kami lakukan. Agar bantuan dari BNPB dan Kementrian Perumahan Rakyat bisa cepat kami akses," pungkasnya.