PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Gedung SDN Gerendong 1 di Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, disegel warga yang mengatasnamakan ahli waris lahan sekolah.
Penyegelan dilakukan pada pintu gerbang sekolah. Gerbang itu dipasang spanduk bertuliskan "Tanah ini milik H. Isa bin Sumatri. Blok 12 PS 88. Lt. 2400 M. Desa Gerendong, Kecamatan Koroncong.
"Peringatan! Barang siapa merusak/memasuki/memanfaatkan/tanpa izin diancam penjara sesuai pasal 167 jo 385 jo 389 jo 551 KUHP," tulis peringatan tersebut.
Akibat penyegelan sekolah, 188 siswa tidak bisa memasuki sekolah. Kepala sekolah hingga dewan guru hanya bisa menenangkan situasi dengan membawa murid ke salah sebuah rumah di depan sekolah.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Sambil menunggu kejelasan, ratusan murid tersebut diajak dewan guru bersalawat di halaman rumah warga.
Kepala SDN 1 Gerendong, Karniti menyebutkan, pihak sekolah dan ahli waris sudah bertemu membahas status lahan SDN Gerendong 1. Hasil pertemuan tersebut juga telah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.
"Sudah ada kumpul-kumpul (rapat), bahkan sudah beberapa kali, namun ini mungkin antara ahli waris dengan pihak pemerintah," kata Karniti kepada wartawan, Senin, 19 Januari 2026.
Pemilik lahan memiliki bukti transaksi jual-beli atas nama H. Ujang sebagai ahli waris. Namun, pihak sekolah tidak memiliki bukti kuat.
"Katanya ada bukti jual beli dari pemilik lama pak H. Ujang sama ahli waris. Itulah, kami ini tidak ada bukti hibah atau gimana, pas tahunya tanah ini jual beli antara Haji Isa dengan Haji Ujang," sambungnya.
Menurutnya, pihak sekolah, kepala desa dan Forkopimcam masih melakukan upaya komunikasi dengan ahli waris agar gerbang sekolah bisa dibuka untuk sementara dan siswa bisa kembali belajar.
Namun, jika kondisi tersebut masih berlangsung, kemungkinan besar pihak sekolah akan berinsiatif memindahkan ratusan murid ini ke lokasi sementara.
"Kami masih berupaya karena kasihan kalau diliburkan. (Kalau ini masih disegel) Kami dengan pak Kades akan berinsiatif dipindahkan sementara mungkin ke madrasah atau ke Gedung PGRI," katanya.
Dirinya berharap, masalah ini cepat bisa diselesaikan dan menghasilkan solusi yang terbaik agar nasib ratusan murid tidak terbengkalai.
"Mudah-mudahan cepat terselesaikan, karena kasihan sama anak-anak," tuturnya. (fat)