Profil Noe Letto: Dari Musisi Pop ke Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (Sumber: Instagram)

HIBURAN

Siapa Noe Letto? Anak Cak Nun yang Masuk Jajaran Tenaga Ahli DPN Kemhan RI, Ini Profilnya

Minggu 18 Jan 2026, 15:50 WIB

POSKOTA.CO.ID - Pelantikan Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal publik sebagai Noe Letto sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) menjadi sorotan luas.

Sosok yang selama ini dikenal sebagai vokalis band pop legendaris era 2000-an itu kini resmi terlibat dalam lingkaran strategis kebijakan pertahanan negara.

Pelantikan Noe berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026, di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, bersama 11 tenaga ahli lainnya.

Informasi tersebut tercantum dalam situs resmi Kemhan RI, dengan pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional. Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025.

Baca Juga: 17 Ribu Warga Teredukasi, WMS Genjot Keselamatan Berkendara di Jakarta-Tangerang Sepanjang 2025

Resmi Dilantik sebagai Tenaga Ahli DPN

Kabar pengangkatan Noe dikonfirmasi langsung oleh Kepala Biro Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Ia menegaskan bahwa kehadiran Noe di lingkungan DPN bukan sekadar simbolik, melainkan berbasis kompetensi.

“Betul beliau resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional dan akan memberikan dukungan pemikiran strategis untuk memperkuat kebijakan pertahanan nasional sesuai dengan tugas kelembagaan yang berlaku,” ujar Rico kepada wartawan, Minggu, 18 Januari 2026.

Rico menambahkan bahwa proses pengangkatan dilakukan secara profesional dan objektif.

“Pengangkatan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi serta pertimbangan profesional, kompetensi, dan rekam jejak keahlian, tanpa dikaitkan dengan latar belakang keluarga, pandangan pribadi, maupun faktor non-institusional lainnya,” imbuhnya.

Pernyataan ini menegaskan pendekatan meritokrasi dalam pengisian jabatan tenaga ahli pertahanan nasional, sekaligus memperkuat kredibilitas kelembagaan DPN.

Latar Belakang Keluarga dan Nilai Egaliter

Noe merupakan putra dari Muhammad Ainun Nadjib atau Cak Nun, budayawan dan intelektual publik Indonesia. Informasi ini dirangkum dari buku Inspiring Stories karya Ahmadun Yosi Herfanda dan Irwan Kelana. Ibunda Noe bernama Neneng Suryaningsih, sementara ibu sambungnya adalah Novia Kolopaking.

Cak Nun pernah menjelaskan pola relasi keluarga mereka yang mengedepankan kesetaraan.

“Hubungan saya dan Via dengan Sabrang sangat egaliter, tidak ada nuansa bapak-ibu-anak. Kita dengan Sabrang lebih sebagai teman,” ujar Cak Nun dalam sebuah wawancara.

Nilai dialog, kesetaraan, dan keterbukaan ini kerap disebut sebagai fondasi pembentukan karakter Noe nilai yang relevan dalam diskursus kebijakan publik dan pertahanan non-militer.

Pendidikan Noe Letto

Dalam aspek pendidikan, Noe menempuh jalur yang tidak lazim bagi seorang musisi. Ia mengawali pendidikan di SD 1 Yosomulyo, melanjutkan ke SMP Xaverius Lampung, lalu SMAN 7 Yogyakarta.

Cak Nun secara sadar memilihkan sekolah “biasa” agar putranya dapat bergaul lintas latar belakang. Selepas SMA, Noe merantau ke Kanada dan menempuh studi Matematika dan Fisika di University of Alberta.

Latar belakang akademik ini memperkuat reputasinya sebagai figur publik dengan pendekatan analitis, rasional, dan berbasis data. Tak jarang, Noe diundang sebagai pembicara di berbagai universitas di Indonesia untuk berbagi wawasan lintas disiplin.

Baca Juga: BPBD DKI Catat 39 RT dan 28 Ruas Jalan di Jakarta Banjir Usai Hujan Deras Sejak Semalam

Karier Musik dan Industri Kreatif

Nama Noe tidak bisa dilepaskan dari Letto, band pop yang ia dirikan pada 2004 bersama teman-teman SMA-nya. Formasi akhir Letto terdiri dari Ari Prastowo (Arian), Dedy Riyono (Dhedot), Agus Riyono (Patub), dan Noe sendiri.

Album debut Truth, Cry, and Lie (2005) melambungkan nama Letto ke puncak popularitas. Kesuksesan berlanjut melalui album Don’t Make Me Sad (2007), Lethologica (2009), Cinta Bersabarlah (2011), hingga single Fatwa Hati (2020).

Di luar musik, Noe juga mendirikan Pic[k]Lock Films pada 2008 bersama Demi Umaya Rachman. Berdasarkan data IMDb, Noe tercatat sebagai produser sejumlah film nasional seperti Guru Bangsa Tjokroaminoto dan Sampai Nanti, Hanna!.

Pelantikan Noe sebagai tenaga ahli DPN mencerminkan pergeseran paradigma pertahanan modern yang tidak semata bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga pemikiran strategis, budaya, komunikasi, dan psikologi sosial.

Dengan latar belakang seni, sains, dan budaya, Noe dipandang mampu memberi perspektif lintas sektor dalam memperkuat ketahanan nasional, terutama di era disrupsi informasi dan perang narasi.

Tags:
Vokalis Letto dilantik DPNProfil Noe LettoDPN KemhanTenaga Ahli Dewan Pertahanan NasionalSabrang Mowo Damar PanuluhNoe Letto

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor