CILANDAK, POSKOTA.CO.ID - Hujan lebat yang mengguyurnsejak Sabtu malam, 17 Januari 2026 menimbulkan tanah longsor di di wilayah Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Beruntung peristiwa tanah longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Komandan Pleton Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan, Muhammad Nur, menjelaskan bahwa longsor pertama dilaporkan terjadi pada Sabtu malam, sekitar pukul 21.30 WIB.
Selang beberapa jam kemudian, longsor susulan kembali terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026 sekitar pukul 02.00 WIB saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berlangsung.
“Curah hujan yang terjadi cukup lama, disertai angin kencang, menjadi faktor utama terjadinya longsor susulan,” ujar Muhammad Nur kepada Poskota, Minggu, 18 Januari 2026.
Baca Juga: Ogah Bayar LC, Pengunjung Karaoke Keroyok Pegawai di Parung Bogor
Muhammad Nur mengatakan, longsor dilaporkan terjadi di area lahan parkir berukuran sekitar 10 x 10 meter yang berada di Jalan Teratai, RW 003, RT 004.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada kepala keluarga maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa tersebut.
Pihaknya bersama warga setempat kini telah melakukan penanganan awal dan lanjutan, dengan membersihkan material longsoran di lokasi kejadian.
Baca Juga: Genangan Air di Jalan Gunung Sahari Pademangan Dimanfaatkan Anak-anak untuk Berenang
"Hingga saat ini, proses penanganan masih berlangsung. Fokus kami adalah memastikan lokasi aman dan tidak menimbulkan dampak lanjutan,” kata dia.
Usai peristiwa tersebut, Muhammad Nur mengungkapkan belum ada pendistribusian logistik karena tidak terdapat warga terdampak.
Sementara itu, data terkait kerugian materiil masih dalam tahap pendataan. Namun, ia tetap mengimbau agar warga untuk tetap waspada mengingat cuaca hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jakarta.
Baca Juga: Forkopimko Jakut Monitor Genangan, Maksimalkan Pompa Air di Sejumlah Titik
"Segera melaporkan kepada aparat setempat jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi berbahaya lainnya," ujarnya. (man)