PENJARINGAN, POSKOTA.CO.ID – Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat buka suara terkait keberadaan sampah yang menggunung di perairan kawasan tanggul Muara Baru, Penjaringan. Ia menyebut tumpukan sampah itu terjadi akibat aktivitas pembuangan di lahan urukan.
Menurut Hendra, lokasi tersebut merupakan danau yang terbentuk akibat pembangunan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
"Dan saat ini sedang dalam proses untuk pembuatan sertifikat oleh BPAD," kata Hendra melalui pesan singkat, Sabtu, 17 Januari 2026.
Hendra menjelaskan, danau tersebut kemudian dimanfaatkan oknum untuk membuang sampah dari berbagai wilayah hingga menumpuk.
Baca Juga: Sampah Menggunung di Tanggul Muara Baru, Warga Penjaringan Waswas Banjir
"Danau tersebut oleh oknum masyarakat diurug (sampah/puing dengan truk yang berasal dari berbagai wilayah)," jelas dia.
Ia menyampaikan, pihaknya telah menindaklanjuti kondisi tersebut dengan melakukan pembersihan sampah dan menjadwalkan kerja bakti di lokasi.
"Meminta kepada koordinator untuk tidak membuang puing di lokasi tersebut," jelas dia.
Selain itu, Pemkot Jakarta Utara juga meminta agar dibuatkan portal dan pagar di area tersebut serta melakukan sosialisasi kepada warga sekitar.
"Pembuatan portal oleh Satker PTPIN dimulai hari Minggu. Pembuatan pagar oleh Satker PTPIN dimulai hari Kamis didahului sosialisasi kepada warga hari Selasa," tutur Hendra.
Sementara itu, warga sekitar mengaku resah dengan kondisi sampah yang menggunung di perairan kawasan tanggul Muara Baru.
Warga RT 20 RW 17 Kelurahan Penjaringan, Nurisa, mengatakan dirinya khawatir tumpukan sampah tersebut berdampak pada lingkungan permukiman.
Baca Juga: Komisi IV DPRD Pandeglang Salurkan Bantuan Sembako dan Air Bersih untuk Korban Banjir Patia
"Takutnya ada banjir, airnya masuk ke sini. Soalnya kalau di sini, di permukiman ini enggak pernah banjir, aman-aman aja sejauh ini," kata Nurisa.
Meski lokasi sampah tidak terlalu dekat dengan permukiman, Nurisa menyebut warga tetap waswas karena aktivitas pembuangan sampah di lahan urukan.
"Soalnya sampahnya juga bukan sampah warga sini. Jadi sampah enggak tau dari mana, dibawa pakai truk, nah truk itu ditutup terpal, sampahnya dibuang ke lahan itu," ungkap dia.
Ia menuturkan, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir. Sebelumnya, perairan di kawasan tanggul Muara Baru relatif bersih.
"Ya sejak ada urukan itu, udah tiga bulanan kayaknya mah. Saya juga enggak tau buat apa urukannya," tutur dia.
Ketua RT 20 RW 17 Kelurahan Penjaringan, Hendri, mengatakan aktivitas pengurukan di lahan tersebut telah terjadi sejak Juni 2025. Ia mengaku sempat mempertanyakan kegiatan tersebut kepada pihak terkait.
"Akhirnya sempat diadakan rapat bersama Lurah, Camat, Dinas Lingkungam Hidup, sama tiga pilar," kata dia.
Hendri menolak aktivitas pengurukan tersebut karena dinilai merugikan warga dan mencemari lingkungan.
"Apalagi ini kan bukan sampah dari masyarakat sini, ini kan sampah dari mana-mana yang dibuang ke lahan urukan itu tadi," ungkap dia.