Proses pencarian dan evakuasi pendaki Syafiq Ali oleh Tim SAR Gabungan di kawasan Gunung Slamet, Jawa Tengah. (Sumber: Instagram/@pembasmi.kehaluan)

HIBURAN

18 Hari Hilang di Gunung Slamet, Pendaki Muda Syafiq Ali Akhirnya Ditemukan Meninggal

Rabu 14 Jan 2026, 17:46 WIB

POSKOTA.CO.ID - Setelah dinyatakan hilang selama 18 hari, pendaki Gunung Slamet bernama Syafiq Radhan Ali Razan (18) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 2026.

Kabar duka ini mengakhiri pencarian panjang yang melibatkan Tim SAR gabungan, relawan, serta keluarga korban di salah satu gunung tertinggi dan paling menantang di Pulau Jawa.

Informasi penemuan jasad Syafiq pertama kali disampaikan melalui akun media sosial resmi Basecamp Bambangan Purbalingga, @slametviabambangan, yang selama ini aktif memberikan pembaruan terkait proses pencarian.

“Alhamdulillah survivor atas nama Syafiq Ali ditemukan. Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di daerah lereng puncak sebelah selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden. Saat ini masih dalam proses evakuasi,” tulis akun tersebut, Rabu, 14 Januari 2026.

Gunung Slamet dikenal memiliki medan ekstrem, perubahan cuaca cepat, serta jalur pendakian yang panjang. Kondisi inilah yang membuat proses pencarian dan evakuasi korban berjalan lambat dan penuh risiko.

Baca Juga: Karakter Asli Dalam Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Mulai Terkuak, Netizen: Kelly, Kimberly Ryder?

Proses Evakuasi Terkendala Medan dan Cuaca Ekstrem

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi jasad Syafiq masih dilakukan oleh tim gabungan dan relawan. Lokasi penemuan berada di area lereng puncak selatan yang sulit dijangkau, dengan vegetasi rapat serta jalur yang rawan longsor.

Menurut keterangan relawan di lapangan, upaya evakuasi membutuhkan peralatan khusus serta perhitungan cuaca yang matang. Keselamatan tim penyelamat menjadi prioritas utama dalam operasi ini.

Basarnas sebelumnya menyatakan bahwa Gunung Slamet memiliki tingkat risiko tinggi, terutama saat musim hujan dan angin kencang. Faktor ini pula yang sempat membuat operasi SAR resmi dihentikan sementara.

Kronologi Kejadian

Syafiq diketahui merupakan siswa kelas 12 SMAN 05 Kota Magelang. Sebelum berangkat, ia sempat berpamitan kepada keluarganya untuk mendaki Gunung Sumbing bersama seorang teman bernama Himawan Choidar Bahran pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Namun, rencana tersebut berubah tanpa sepengetahuan keluarga. Hal ini baru disadari setelah Syafiq mengirimkan foto dirinya dari basecamp Gunung Slamet.

“Awalnya bilangnya mau ke Gunung Sumbing. Tiba-tiba mengirim foto dari basecamp Slamet,” ungkap kakak korban, Naufal Hisyam (24), kepada keluarga.

Perubahan rencana pendakian ini menjadi salah satu faktor yang memperlambat laporan awal dan koordinasi pencarian.

Berdasarkan keterangan rekan pendakian dan hasil penelusuran tim SAR, Syafiq terakhir kali terlihat saat berusaha turun gunung seorang diri untuk mencari bantuan. Saat itu, Himawan mengalami cedera kaki di sekitar Pos 5 Gunung Slamet.

Syafiq sempat bertemu dengan pendaki lain di sekitar Pos 3, namun setelah itu keberadaannya tidak diketahui lagi. Sementara itu, Himawan berhasil ditemukan lebih dulu oleh Tim SAR Gabungan pada Selasa, 30 Desember 2025, dalam kondisi selamat meski mengalami kelelahan dan cedera.

Pencarian Syafiq melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, PMI, hingga relawan pecinta alam. Bahkan pihak keluarga turut turun langsung ke lokasi pencarian.

Ayah korban diketahui ikut menyusuri jalur pendakian Gunung Slamet, berharap menemukan jejak anaknya. Upaya ini menunjukkan besarnya peran keluarga dalam pencarian orang hilang di medan ekstrem.

Pada 7 Januari 2026, Basarnas secara resmi menutup operasi SAR karena cuaca ekstrem, kabut tebal, serta kondisi medan yang membahayakan. Meski demikian, pencarian tidak sepenuhnya berhenti dan tetap dilanjutkan secara mandiri oleh relawan dan masyarakat hingga akhirnya Syafiq ditemukan.

Baca Juga: Roby Tremonti Bantah Tuduhan Kekerasan, Usai Buku Aurelie Moeremans Viral dan Tantang Tunjukkan Bukti

Netizen Ikut Mengucapkan Belasungkawa

Banyak netizen menyambut kabar ditemukannya Syafiq dengan rasa lega, meski duka turut mengiringi karena ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Begitu baca, bingung mau Alhamdulillah atau Innalillahi dulu.. ya Allah ikut berlega hati, paling tidak orang tua bs melihat jasadnya. Turut berduka." ujar @sar***

"Alhamdulilah udh ditemukan, untuk keluarga yg kuat ya, dan untuk team relawan kalian hebat" ujar @ohd***

"Makasih banget buat adik rival selalu bisa menemukan korban, temennya gak beres selalu bilang pisah di pos di bawah lah itu ketemunya di atas di kawah Wedi jangan2 ada apa2" ujar @luv***

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki, khususnya pendaki pemula, untuk selalu mematuhi prosedur keselamatan. Mulai dari melaporkan rencana pendakian yang jelas, tidak mengubah jalur secara sepihak, hingga memastikan kondisi fisik dan perlengkapan memadai.

Pihak pengelola basecamp dan komunitas pendaki juga mengimbau agar pendakian dilakukan secara bertanggung jawab, mengingat Gunung Slamet memiliki karakteristik medan yang tidak bisa disepelekan.

Tags:
evakuasi Gunung Slametpendaki hilang ditemukan meninggalkronologi pendaki Gunung SlametGunung SlametSyafiq Ali

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor