CIGUDEG, POSKOTA.CO.ID - Masyarakat dari tiga kecamatan yakni Rumpin, Parungpanjang, dan Cigudeg menggelar aksi demo hingga berujung kericuhan di depan Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Senin 12 Januari 2026.
Aksi demonstrasi yang dilakukan tersebut disebabkan mereka tak kunjung mendapat uang kompensasi sebesar Rp3 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sebelumnya, uang kompensasi tersebut dijanjikan bakal diterima warga, buntut penutupan tambang sementara yang berada di Cigudeg.
Baca Juga: Ratusan Massa Gelar Aksi di Komdigi, Minta Take Down Mens Rea Pandji Pragiwaksono di Netflix
Bahkan hingga saat ini, tambang tersebut juga belum kunjung dibuka kembali yang membuat sebagian masyarakat kehilangan mata pencaharian.
Dari video yang beredar, sejumlah massa sampai membakar ban, sampai memblokade jalan vital akses penghubung Bogor dan Banteng dengan memarkirkan truk di tengah jalan.
Kericuhan pun kian memanas karena warga tak kunjung dapat kejelasan penerimaan kompensasi dari pemerintah daerah akibat penutupan mata pencaharian mereka satu-satunya itu.
Di tengah situasi panas, Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto menemui massa untuk meredam kericuhan yang terjadi di depan Kantor Kecamatan Cigudeg.
Baca Juga: Curah Hujan Tinggi di Jakarta Utara, Pemkot Kerahkan Petugas Gabungan Antisipasi Banjir
"Tadi jalan diblokir juga, baru bisa dibuka setelah saya nego," kata Wikha saat menemui pendemo, Senin 12 Januari 2026.
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan uang kompensasi untuk para sopir truk tambang bakal dicairkan pada pekan depan.
Lebih lanjut, Rudy juga berharap agar masyarakat bisa bersabar menunggu pencairan kompensasi sembari mengedepankan kondusifitas wilayah.
Baca Juga: Ratusan Pemotor Langgar Lalu Lintas saat Melewati ETLE Flyover Cibinong Bogor
"Dari data 6.000 ditambah 9.000 jadi 15.000. Paling cepat hari Rabu minggu depan, atau paling lambat hari Kamis (uang kompensasi cair)," ucap Rudy didepan para demonstran. (cr-6)