JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan terjadinya genangan di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 63 RT dan 23 ruas jalan yang masih tergenang akibat curah hujan tinggi serta luapan sejumlah aliran sungai pada pukul 21.00 wib.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 63 RT dan 23 ruas jalan tergenang," ujar Isnawa kepada awak media, Senin, 12 Januari 2025.
Baca Juga: Curah Hujan Tinggi di Jakarta Utara, Pemkot Kerahkan Petugas Gabungan Antisipasi Banjir
Tinggi Genangan Air Bervariasi

Di wilayah Jakarta Barat, BPBD mencatat genangan terjadi di 12 RT yang tersebar di empat kelurahan. Di Kelurahan Kedaung Kali Angke, genangan setinggi sekitar 70 sentimeter merendam tiga RT. Sementara di Kelurahan Rawa Buaya, tiga RT tergenang dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Genangan juga terjadi di empat RT di Kelurahan Kamal dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter serta dua RT di Kelurahan Tegal Alur dengan ketinggian air mencapai 75 sentimeter. Seluruh titik genangan di Jakarta Barat disebabkan oleh curah hujan tinggi dan hingga kini masih dalam proses penanganan.
Sementara itu, di Jakarta Selatan tercatat terdapat 19 RT yang terdampak genangan. Genangan terjadi di Kelurahan Cilandak Barat pada satu RT dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
Di Kelurahan Pondok Labu, dua RT terendam dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter akibat faktor serupa. Tiga RT di Kelurahan Cipete Utara tergenang setinggi 30 sentimeter, sementara sembilan RT di Kelurahan Pela Mampang terendam dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Selain itu, satu RT di Kelurahan Duren Tiga mengalami genangan setinggi 40 sentimeter akibat hujan deras.
Genangan paling tinggi di Jakarta Selatan tercatat di Kelurahan Cilandak Timur dengan tiga RT terendam hingga 95 sentimeter serta di Kelurahan Pejaten Timur dengan satu RT terendam hingga mencapai 100 sentimeter. Seluruh genangan di wilayah Jakarta Selatan masih dalam tahap penanganan oleh petugas.
Baca Juga: Ratusan Pemotor Langgar Lalu Lintas saat Melewati ETLE Flyover Cibinong Bogor
Di Jakarta Timur, BPBD mencatat genangan terjadi di 18 RT yang tersebar di lima kelurahan. Di Kelurahan Rawa Terate, satu RT tergenang dengan ketinggian air sekitar 35 sentimeter akibat curah hujan tinggi.
Lima RT di Kelurahan Bidara Cina terendam dengan ketinggian air berkisar antara 80 hingga 85 sentimeter akibat hujan deras dan luapan Kali Ciliwung. Empat RT di Kelurahan Kampung Melayu mengalami genangan setinggi 100 sentimeter, sementara lima RT di Kelurahan Cawang tergenang dengan ketinggian sekitar 80 sentimeter. Di Kelurahan Cililitan, genangan setinggi 70 sentimeter merendam tiga RT. Seluruh wilayah terdampak di Jakarta Timur masih dalam penanganan.
Untuk wilayah Jakarta Utara, BPBD mencatat terdapat 14 RT yang tergenang. Di Kelurahan Tanjung Priok, dua RT tergenang dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Di Kelurahan Lagoa, dua RT terendam dengan ketinggian air antara 10 hingga 15 sentimeter. Genangan setinggi 50 hingga 60 sentimeter terjadi di lima RT di Kelurahan Kebon Bawang.
Selain itu, genangan setinggi 50 sentimeter tercatat di satu RT di Kelurahan Sukapura, 60 sentimeter di satu RT di Kelurahan Semper Barat, serta 35 sentimeter di dua RT di Kelurahan Warakas. Seluruh genangan di Jakarta Utara disebabkan oleh curah hujan tinggi dan masih dalam proses penanganan.
Baca Juga: Uang Kompensasi Penutupan Tambang di Bogor Belum Dibayar, Warga Tiga Kecamatan Gelar Demo
Titik Lokasi Pengungsian Warga
Akibat genangan tersebut, BPBD juga mencatat adanya warga yang mengungsi di sejumlah lokasi. Di Jakarta Barat, pengungsian tercatat di Kelurahan Kamal yang dipusatkan di Masjid Al Falah dengan jumlah pengungsi mencapai 500 kepala keluarga atau sekitar 700 jiwa. Selain itu, warga Kelurahan Tegal Alur mengungsi ke rumah susun dengan jumlah 30 kepala keluarga atau 130 jiwa.
Kemudian di Jakarta Selatan, pengungsian terdapat di Kelurahan Cipete Utara yang berlokasi di Mushola Nurul Iman dengan jumlah empat kepala keluarga atau delapan jiwa.
Sementara itu, di Jakarta Utara, pengungsian tersebar di beberapa kelurahan. Di Kelurahan Kebon Bawang, pengungsi menempati Masjid Jamii Ar Ridho, Mushola Jamiyatul, Mushola Al Ikhlas, Kantor RW, serta SDN 05 Kebon Bawang dengan jumlah pengungsi mencapai 256 kepala keluarga atau 257 jiwa.
Di Kelurahan Lagoa, pengungsian berada di Masjid Al Barokah dan Sekretariat RW 05 dengan jumlah 12 kepala keluarga atau 25 jiwa. Di Kelurahan Warakas, pengungsi berada di Mushola Baiturahim, Masjid Miftahulsalam, dan Mushola Al Wasilatul Iman dengan total 80 kepala keluarga atau 175 jiwa.
Selain itu, di Kelurahan Semper Barat, pengungsian tercatat di Rusun Embrio dengan jumlah 207 kepala keluarga atau 625 jiwa serta di Bengkel Mobil Gading Griya Lestari dengan jumlah 25 kepala keluarga atau 81 jiwa. Isnawa menyebut, terdapat sejumlah wilayah yang genangannya telah surut.
"Yakni satu RT di Kelurahan Tengah, satu RT di Kelurahan Cilandak Timur, serta dua RT di Kelurahan Tanjung Priok," kata Isnawa.
Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan 9 Waduk, Diyakini Bisa Kurangi Banjir di Jakarta
Air Genang Beberapa Ruas Jalan Ibukota
Selain permukiman, genangan juga merendam 23 ruas jalan yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan wilayah lainnya.
Beberapa ruas jalan tersebut antara lain Jalan Walang Baru VII A di Kelurahan Tugu Utara, Jalan Pegangsaan Dua dan sekitarnya di Kelurahan Pegangsaan Dua, Jalan Muara Baru di kawasan Pluit Sea View, Jalan Swasembada Raya di Kelurahan Kebon Bawang, Jalan Gunung Sahari di Pademangan Barat, Jalan R.E. Martadinata di Ancol, hingga sejumlah ruas jalan di wilayah Semper Barat, Cengkareng Timur, Kamal, dan Kedaung Kali Angke.
Ketinggian genangan di ruas-ruas jalan tersebut bervariasi antara 10 hingga 55 sentimeter dan hingga kini masih dalam penanganan petugas.
Adapun sejumlah ruas jalan lainnya dilaporkan telah surut, di antaranya Jalan Pangeran Jayakarta di Mangga Dua Selatan, Jalan KH Hasyim Ashari di Cideng, Jalan Letjen Suprapto di Cempaka Putih Timur, Jalan Hayam Wuruk di Kebon Kelapa, Jalan Yos Sudarso di Sunter Jaya, hingga puluhan ruas jalan lainnya di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Dalam upaya penanganan, dikatakan Isnawa, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah.
"Dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," kata Isnawa.
Isnawa menyebut, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan dan dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," kata dia. (cr-4)