JPO Sarinah, MH Thamrin, Jakarta Pusat. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

DPRD DKI: JPO Sarinah Harus untuk Semua, Bukan Hanya Difabel

Sabtu 10 Jan 2026, 19:41 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.IDDPRD DKI Jakarta merespons rencana pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ali Lubis, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan tersebut. Namun, ia menekankan agar konsep JPO Sarinah tidak dibatasi hanya untuk kelompok tertentu, melainkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ali menilai, jika JPO Sarinah hanya dikhususkan bagi penyandang disabilitas, konsep tersebut masih kurang tepat. Menurutnya, JPO seharusnya dirancang untuk semua pengguna, dengan tetap menyediakan fasilitas pendukung bagi kelompok rentan, seperti lift bagi penyandang disabilitas.

“Kalau memang dikhususkan untuk teman-teman difabel, menurut saya masih kurang pas. Sebaiknya JPO itu bisa diperuntukkan untuk semua masyarakat. Difabelnya tetap difasilitasi, misalnya dengan lift, tetapi secara struktur bangunan dan fungsi, JPO itu harus untuk semua,” ujar Ali kepada Poskota, Sabtu, 10 Januari 2026.

Baca Juga: Transjakarta Jelaskan Alasan JPO Sarinah Diaktifkan Kembali, Prioritaskan Disabilitas dan Lansia

Ia menegaskan bahwa pada dasarnya pembangunan infrastruktur merupakan hal positif selama memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

“Prinsipnya saya mendukung pembangunan. Yang penting ada yang mendapatkan manfaat. Tapi kalau manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat, tentu itu jauh lebih bagus,” ucap Ali.

Selain fungsi, Ali juga menyoroti pentingnya aspek estetika JPO Sarinah. Menurutnya, infrastruktur yang berada di pusat kota seharusnya didesain dengan baik, indah, dan memiliki daya tarik visual.

Ia bahkan menyebut JPO Sarinah berpotensi menjadi ikon kawasan yang memperkaya wajah Jakarta, khususnya di area Sarinah yang kerap dikunjungi masyarakat dan wisatawan.

“Bangunan di tengah kota itu kalau bisa dibuat bagus dan indah. Bisa jadi ikon. Orang yang datang ke Jakarta atau ke Sarinah bisa mengabadikannya lewat foto-foto, menikmati suasana. Itu juga bentuk rekreasi, meski sifatnya sederhana,” kata Ali.

Baca Juga: Aktivis Pejalan Kaki Tolak Pengaktifan JPO Sarinah, Nilai Pelican Crossing Lebih Manusiawi

Ali menyarankan agar JPO Sarinah dikemas menarik dan layak dijadikan objek foto, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, lokasi JPO yang berada di pusat kota menjadikannya sangat potensial secara visual.

“Kalau istilah sekarang, ya dibuat Instagramable. Karena ini kan di pusat kota, banyak pengunjung yang datang ke situ,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ali juga menekankan pentingnya aspek keselamatan dan ketertiban di sekitar JPO Sarinah. Mengingat kawasan tersebut merupakan jalur lalu lintas padat, ia menyarankan agar selalu ada petugas yang berjaga.

“Walaupun sudah ada lampu dan rambu, tetap perlu ada petugas yang berjaga. Terutama karena ada kendaraan yang belok kiri langsung dan kadang kurang memperhatikan penyeberang,” ungkapnya.

Ali turut menyinggung persoalan klasik yang kerap terjadi di JPO, seperti keberadaan pedagang liar, pemulung, atau orang yang memanfaatkan JPO sebagai tempat beristirahat pada malam hari. Menurutnya, hal tersebut perlu diantisipasi sejak tahap perencanaan.

“Kalau sudah malam, misalnya di atas jam 12, liftnya bisa dimatikan atau kalau tangga, dibuat pintu. Jadi ada pembatasan agar tidak disalahgunakan,” katanya. (cr-4)

Tags:
disabilitasJPO SarinahJembatan Penyeberangan OrangDPRD DKI Jakarta

Tim Poskota

Reporter

Fani Ferdiansyah

Editor