Potret Manohara Odelia Pinot (Sumber: Instagram/@manodelia)

HIBURAN

Manohara Ogah Disebut Lagi Mantan Istri Pangeran Kelantan, Fakta Terbaru Mulai Terungkap

Rabu 07 Jan 2026, 11:40 WIB

POSKOTA.CO.ID - Aktris Manohara Odelia memberikan penyataan mengejutkan pada akun media sosialnya. Dia mengumumkan bahwa dirinya tidak mau lagi disebut sebagai mantan istri Pangeran Kelantan

Sebelumnya Manohara secara jelas tidak setuju akan penggunaan sebutan “mantan istri” Pangeran Kelantan dalam pemberitaan di media dan platform digital selama ini.

Manohara mengungkap bahwa pernikahannya yang dulu jauh dari kata harmonis dan tidak memiliki hubungan yang sah.

Baca Juga: Profil Kristian Hansen, Youtuber Travelling Pacar Manohara Odelia

Manohara Singgung Soal Kekerasan Seksual

Pada postingan terbarunya di akun Instagram milik Manohara @manodelia, ia memberikan penjelasan lanjutan sambil menyinggung soal kekerasan seksual.

Pernyataan Manohara Odelia yang enggan disebut lagi sebagai mantan istri Pangeran Kelantan (Sumber: Instagram/@monedelia)

"Ketika seseorang mengalami kekerasan seksual, kita tidak menyebut mereka sebagai mantan pacar dari pelakunya," tulis Manohara pada unggahannya dalam bahasa Inggris pada Selasa, 6 Januari 2026.

"Kita tidak membingkai kekerasan seksual sebagai sebuah hubungan asmara. Kita tidak mengubah kekerasan menjadi cerita suka sama suka. Logika yang sama berlaku di sini," lanjutnya.

Model berusia 33 tahun ini menjelaskan kalu apa yang terjadi di masa remajanya adalah sebuah paksaan

Saat itu saya berusia 15 tahun. Pria yang terlibat berusia 30-an. Tidak ada pacaran, tidak ada hubungan, dan tidak ada persetujuan. Apa yang terjadi adalah paksaan," jelas Manohara.

Oleh karena itu menyebut 'mantan pasangan' pada korban membuatnya tidak etis dan jelas tidak akurat.

"Menyebut korban sebagai "mantan pasangan" dari orang yang menyakiti mereka tidak membuat situasi tersebut menjadi lebih sopan atau lebih bisa diterima secara budaya," ungkap Manohara.

"Sebutan itu justru membuatnya tidak akurat. Lebih buruknya lagi, hal itu mengalihkan fokus dari kejahatan yang terjadi dan malah membebankannya kepada sang anak," ujarnya.

"Para korban tidak membutuhkan sebutan yang menyiratkan adanya pilihan, padahal kenyataannya tidak ada pilihan sama sekali. Inilah mengapa penggunaan bahasa itu penting," lanjutnya.

Manoraha menegaskan kalau tidak sepantasnya kekerasan digambarkan sebagai hubungan karena itu berarti menggangap anak-anak sebagai partisipan dan bukannya korban.

"Ketika kekerasan berulang kali digambarkan sebagai sebuah hubungan, hal itu mengajarkan masyarakat untuk memandang paksaan sebagai persetujuan, dan memandang anak-anak sebagai partisipan, bukan korban," tulisnya.

"Pola pikir tersebut menyebabkan dampak buruk yang nyata, tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi gadis-gadis lain yang melihat bagaimana situasi seperti ini dibicarakan," imbuh Manohara.

"Saya tidak meminta siapa pun untuk mengasihani saya. Saya hanya meminta keakuratan," tegas Manohara.

"Dan keakuratan itu berarti tidak menyajikan situasi paksaan yang melibatkan seorang anak sebagai hubungan orang dewasa yang sukarela. Itulah poin utamanya," tutupnya.

Tags:
Pangeran KelantanManoharaManohara Odelia

Herdyan Anugrah Triguna

Reporter

Herdyan Anugrah Triguna

Editor