Momen evakuasi Firman Nugraha setelah insiden benturan keras dalam pertandingan Liga 4 Jawa Timur yang memicu sorotan publik terhadap sportivitas pemain. (Sumber: Dok/PSSI Jawa Timur)

OLAHRAGA

Nasib Firman Nugraha Setelah Insiden Tendangan Kungfu Liga 4 Jatim, Cedera Membekas di Dadanya

Selasa 06 Jan 2026, 17:07 WIB

POSKOTA.CO.ID - Dunia sepak bola Indonesia kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah insiden kontroversial terjadi dalam pertandingan Liga 4 Jawa Timur.

Laga yang sejatinya menjadi panggung pembinaan dan kompetisi usia produktif itu justru menyisakan keprihatinan mendalam, menyusul dugaan aksi tidak sportif yang dilakukan oleh salah satu pemain di lapangan.

Peristiwa tersebut viral di media sosial dan memicu gelombang reaksi dari warganet, pecinta sepak bola, hingga pemerhati olahraga nasional.

Bukan semata karena kerasnya pertandingan, melainkan karena adanya dugaan tindakan yang dinilai melampaui batas kewajaran dalam olahraga, yakni gerakan menyerupai tendangan kungfu ke arah pemain lawan.

Baca Juga: Baru Cerai! Jule Tertangkap Kamera Diduga Bersama Jefri Nichol di Bali dan Sudah Saling Follow Medsos, Ini Reaksi Netizen

Kronologi Singkat Insiden di Tengah Laga

Melansir dari PSSI Jawa Timur, berdasarkan rekaman video yang beredar luas, insiden bermula saat dua pemain terlibat perebutan bola liar di area tengah lapangan.

Dalam situasi yang menuntut kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan, salah satu pemain justru melakukan gerakan kaki tinggi yang mengarah langsung ke tubuh lawan.

Alih-alih mengenai bola, tendangan tersebut terlihat mengenai bagian dada pemain bernama Firman Nugraha, yang saat itu membela Perseta 1970 Tulungagung.

Benturan keras tersebut membuat Firman terjatuh dan terkapar di lapangan, memicu kepanikan rekan setim serta perhatian wasit dan perangkat pertandingan.

Momen ini menjadi titik balik laga. Suasana kompetitif seketika berubah menjadi tegang, sementara fokus pertandingan bergeser pada keselamatan pemain yang menjadi korban.

Kondisi Firman Nugraha Pasca Insiden

Informasi mengenai kondisi Firman Nugraha dengan cepat menyebar di media sosial. Beberapa akun platform X (sebelumnya Twitter) membagikan potongan video dan foto yang memperlihatkan kondisi Firman setelah insiden tersebut.

Salah satu unggahan yang ramai dibicarakan berasal dari akun @Alionelmessi_, yang menampilkan Firman dalam kondisi mendapatkan perawatan medis.

Menurut laporan yang beredar, Firman sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Meski tidak mengalami cedera yang mengancam nyawa, benturan keras di area dada menyebabkan rasa nyeri yang cukup serius.

Dalam pembaruan terakhir, Firman dikabarkan sudah mampu berdiri dan beraktivitas ringan, meski masih memerlukan waktu untuk pemulihan total.

Kondisi ini menegaskan satu hal penting: benturan keras di sepak bola, terutama yang melibatkan area vital, tidak boleh dianggap sepele.

Baca Juga: Gunungan Sampah Makan Badan Jalan di Tangsel, Warga Terganggu

Reaksi Netizen dan Sorotan Terhadap Fair Play

Insiden ini menuai kecaman luas dari warganet. Banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai fair play dan sportivitas yang menjadi fondasi sepak bola.

Liga 4, yang seharusnya menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan mental atlet, justru tercoreng oleh aksi yang dinilai berbahaya.

Komentar publik tidak hanya menuntut sanksi tegas bagi pelaku, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan pertandingan, kualitas kepemimpinan wasit, serta edukasi etika bermain bagi pemain dan ofisial.

"Targetnya bola bang bukan DADA. Saya tau banyak yang sakit di DADA tapi ga disana di lampiaskan mas" ujar @wid***

"WONG SILAT TA? ORA USAH MAIN BOLA, MAIN AJA UFC" ujar @ari***

"Bola di indo gini ye? Bisa jurus kaya tsubasa, Apa gmn si, jujur gue g pernah nonton" ujar @eva***

Dalam sepak bola modern, agresivitas memang menjadi bagian dari permainan. Namun, agresivitas harus dibedakan secara tegas dari kekerasan. Ketika batas itu dilanggar, risiko cedera serius hingga trauma psikologis bagi pemain menjadi nyata.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keselamatan pemain harus selalu menjadi prioritas utama. Federasi, penyelenggara liga, dan perangkat pertandingan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa setiap laga berlangsung dalam koridor aturan dan nilai sportivitas.

Lebih jauh, insiden ini membuka diskusi tentang pentingnya pembinaan karakter pemain sejak level bawah. Sepak bola bukan hanya soal teknik dan fisik, tetapi juga pengendalian emosi, respek terhadap lawan, dan kesadaran akan risiko tindakan di lapangan.

Tags:
fair play sepak bola Indonesiatendangan kungfu sepak bolaFirman NugrahaInsiden Liga 4 Jawa Timur

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor