Anime legendaris Doraemon berhenti tayang di televisi nasional. (Sumber: X/@IndoPopBase)

HIBURAN

Alasan Doraemon Berhenti Tayang di TV Apa? Ini Sejumlah Dugaan Penyebabnya

Selasa 06 Jan 2026, 12:38 WIB

POSKOTA.CO.ID - Keputusan berhentinya penayangan anime legendaris Doraemon di televisi nasional menjadi perhatian luas publik.

Selama puluhan tahun, Doraemon bukan sekadar tayangan hiburan, melainkan bagian dari rutinitas akhir pekan jutaan keluarga Indonesia

Setiap Minggu pagi, suara lagu pembuka Doraemon seolah menjadi penanda waktu, menghadirkan kisah persahabatan Nobita, Shizuka, Gian, dan Suneo yang dibalut pesan moral sederhana namun membekas.

Namun, rutinitas yang telah berjalan lebih dari tiga dekade itu kini terhenti.

Berdasarkan pantauan terhadap jadwal program resmi periode 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, judul Doraemon sudah tidak lagi muncul dalam daftar tayangan.

Absennya anime tersebut terasa semakin signifikan pada Minggu, 4 Januari 2026, mengingat slot Minggu pagi selama ini telah menjadi identitas kuat Doraemon selama kurang lebih 35 tahun terakhir.

Doraemon sendiri pertama kali mengudara di Indonesia pada awal dekade 1990-an melalui kerja sama lisensi dengan ADK Indonesia dan hak siar yang kala itu dikelola oleh PT Hikmad & Chusen.

Sejak saat itu, Doraemon tumbuh menjadi salah satu program anak paling populer, menemani masa kecil lintas generasi, mulai dari era televisi analog hingga digital.

Tak hanya sukses sebagai tontonan, Doraemon juga menjelma menjadi fenomena budaya populer.

Karakter, alat-alat ajaib, hingga pesan moral yang disampaikan dalam setiap episode menjadikannya relevan untuk berbagai usia.

Kesuksesan anime ini di Indonesia berjalan beriringan dengan popularitas versi komiknya yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.

Lantas, apa alasan Doraemon berhenti tayang di televisi? Berikut sejumlah dugaan penyebabnya.

Baca Juga: Kreasi Karikatur Kian Mudah! Ini 20 Prompt Gemini AI untuk Hasilkan Karya dari Anime hingga Gaya Koran

Apa Alasan Doraemon Berhenti Tayang di TV?

Hingga berita ini ditulis, pihak stasiun televisi belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan dihentikannya penayangan Doraemon.

Sejumlah dugaan pun mencuat sebagai kemungkinan penyebab hilangnya Doraemon dari layar kaca.

Dugaan pertama berkaitan dengan perubahan strategi program di internal stasiun televisi.

Dalam industri penyiaran, evaluasi rating merupakan hal yang lazim dilakukan secara berkala.

Program dengan performa menurun kerap digantikan oleh tayangan baru yang dianggap lebih relevan dengan selera audiens terkini.

Perubahan demografi penonton dan persaingan antarprogram juga diduga memengaruhi keputusan ini, terutama di slot Minggu pagi yang kini semakin kompetitif.

Baca Juga: Tak Hanya My Neighbor Totoro, Ini 5 Anime Studio Ghibli Terbaik Sepanjang Masa

Faktor kedua yang tak kalah kuat adalah pergeseran pola konsumsi media di kalangan anak-anak.

Saat ini, generasi muda lebih banyak mengakses konten animasi melalui platform digital dan layanan streaming dibandingkan televisi konvensional.

Kehadiran aplikasi video on demand memungkinkan penonton memilih tayangan favorit kapan saja tanpa terikat jadwal siaran.

Kondisi ini membuat televisi harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan perilaku audiens, termasuk dalam menentukan program unggulan.

Dugaan ketiga yang paling santer terdengar adalah masalah hak siar dan lisensi.

Indikasi tersebut mencuat setelah beberapa film layar lebar Doraemon justru ditayangkan oleh stasiun televisi kompetitor dalam beberapa waktu terakhir.

Terlepas dari berhentinya penayangan di televisi, Doraemon tetap menjadi karya monumental ciptaan Fujiko F. Fujio.

Kisah tentang persahabatan, tanggung jawab, dan penggunaan teknologi secara bijak yang dihadirkan melalui alat-alat ajaib Doraemon masih relevan hingga kini.

Bagi banyak penonton di Indonesia, Doraemon bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari memori kolektif yang menemani perjalanan masa kecil.

Tags:
Alasan Doraemon Berhenti Tayang di TVanime Doraemonanime Doraemonanimealasan Doraemon berhenti tayangDoraemon

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor