POSKOTA.CO.ID - Fiersa Besari memutuskan untuk mencabut laporan yang sempat dibuatnya ke pihak kepolisian usai sang istri ditabrak oleh seorang pengemudi mobil ketika menurunkan barang dari taksi di Stasiun Gambir, Jakarta.
Dilansir dari story Instagram pribadi Fiersa Besari. Dirinya mengatakan bahwa penabrak saat ini sudah dikenakan sanksi tilang.
"Bapak penabrak sudah dapat sanksi tilang dan harus sidang pada akhir Januari 2026. Bagi saya dan Aqia sudah cukup," ungkap Fiersa lewat Instagram Story di akun pribadinya, dikutip Poskota pada Senin, 5 Januari 2026.
Baca Juga: Rp200 Ribu untuk Nyawa? Fiersa Besari Beberkan Biaya Pengobatan Aqia Pasca Insiden di Stasiun Gambir
Walaupun laporannya di polisi telah dicabut, Fiersa menegaskan, ia dan sang istri sejujurnya masih merasa kecewa dan berat untuk memaafkan sikap pengemudi yang dinilai nirempati karena awalnya menawarkan penyelesaian masalah dengan uang sebesar Rp 200.000.
"Pencabutan laporan, bukan berarti memaafkan. Karena itu perihal keikhlasan dan paksaan," ungkapnya.
"Saat kejadian saya banyak ditepuk Ubay, dia memberi kode agar saya tidak bicara kasar. Maka tindakan terbaik saya saat itu adalah bersabar, meskipun geramnya bukan main. Kalau bapak itu 20 tahun lebih muda, mungkin kita kasih salam olahraga," tutur Fiersa lagi.
Fiersa turut mengingatkan agar lebih mengutamakan keselamatan berkendara, terutama untuk pengemudi lanjut usia.
Menurutnya, keluarga perlu memantau kondisi lansia sebelum mengizinkan mereka mengemudi.
Baca Juga: Fiersa Besari Geram! Istri Ditabrak Mobil, Pelaku Remehkan Cedera dan Hanya Mau Ganti Rp200 Ribu
Dengan adanya kejadian ini, Fiersa berpesan kepada masyarakat untuk bisa memperhatikan sikap saat berkendara termasuk tidak memaksakan orang lanjut usia untuk mengendarai kendaraan sendiri.
"Baiknya lansia di keluarga kita dimonitor apakah masih kondusif berkendara atau tidak? Kalau memang ada tanda-tanda tidak memungkinkan untuk berkendara lebih baik larang atau disopiri anak-anaknya atau lebih baik memilih taksi dan kendaraan umum daripada ego lansia yang bisa melukai orang lain di jalan raya," tutupnya.