BOGOR UTARA, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 16 bayi di bawah dua tahun (baduta) di wilayah Kecamatan Bogor Utara berhasil keluar dari kondisi stunting setelah menjalani pendampingan intensif selama enam bulan melalui program intervensi penurunan stunting yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bogor.
Program tersebut mencakup pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi kepada orang tua, serta dukungan layanan kesehatan terpadu yang secara berkelanjutan bertujuan meningkatkan status gizi dan kualitas kesehatan baduta.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan capaian tersebut diraih melalui kolaborasi lintas sektor, yang diupayakan untuk menekan angka stunting di Kota Bogor.
Baca Juga: Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan Tembus 500 Ribu sepanjang Libur Nataru
“Atas nama Pemerintah Kota Bogor, sinergi dan kolaborasi yang sudah terjalin dan hasilnya cukup membanggakan,” kata Jenal Mutaqin dalam keterangannya, Jumat, 2 Januari 2026.
Jenal menjelaskan, selama enam bulan itu pihaknya berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berkontribusi dalam penurunan angka stunting.
“Selama enam bulan Rumah Zakat berkolaborasi dengan Pemkot Bogor dalam menangani stunting di Bogor Utara. Dari 28 baduta stunting, alhamdulillah 16 anak dinyatakan sudah lulus dari stunting,” jelasnya.
Baca Juga: Polisi Amankan Pasangan Calon Pengantin di Depok Terkait Aksi Pencurian Besi Drainase
Dalam kesempatan tersebut, Jenal Mutaqin menyerahkan bantuan kepada 28 keluarga atau Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang hadir pada kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa program bantuan sosial di wilayah Bogor Utara akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ia berharap sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor dan mitra usaha seperti Rumah Zakat dapat terus diperkuat serta diperluas ke wilayah lain yang juga membutuhkan bantuan.
Baca Juga: Mobil Mazda CX-5 Terlibat Kecelakaan Beruntun, Berakhir Terserempet Kereta di Pademangan
“Rumah Zakat tadi menyampaikan akan beralih ke Kecamatan Bogor Selatan, semoga kolaborasi ini dapat terus berjalan,” kata dia.
“Tapi bukan berarti Bogor Utara akan kami tinggalkan, tetap akan ada program bantuan di Bogor Utara, termasuk bantuan dari para PNS yang akan berpatungan,” ujarnya. (cr-6)