Alat berat diturunkan untuk mengevakuasi material longsoran tanah akibat TPT yang ambruk di Jalan Terusan Gegerkalong Hilir, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, KBB, Senin, 1 Desember 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Gatot Poedji Utomo)

Daerah

Tembok Penahan Tanah Ambruk, Jalur Sariwangi-Ciwaruga Bandung Barat Ditutup Sementara

Senin 01 Des 2025, 17:59 WIB

BANDUNG BARAT, POSKOTA.CO.ID - Tembok penahan tanah (TPT) di kawasan Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, ambruk setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, pada Minggu, 30 November 2025.

Peristiwa ambruknya TPT terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, Senin 1 Desember 2025. Akibat peristiwa itu, selain memutus akses jalur penghubung, juga memicu kemacetan panjang di jalur Sariwangi-Ciwaruga.

Camat Parongpong, Herman Permadi, mengatakan, material longsoran cukup banyak sehingga proses evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua hari.

"Butuh penanganan khusus. Ada bagian yang harus didistribusikan dan dipindahkan terlebih dulu untuk mengurangi risiko," kata Herman.

Baca Juga: Titik Bencana Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, hingga Sumbar Di Mana Saja? Cek Update Terbarunya Hari Ini

Menurut Herman, pemerintah telah menurunkan satu alat berat untuk mempercepat pembersihan lokasi. Ia berharap proses hari ini (Senin 1 Desember 2025), bisa dioptimalkan agar jalur kembali dibuka secepatnya.

Namun begitu, warga diminta bersabar karena kondisi lapangan masih rawan. "Kami mohon maaf kepada masyarakat yang biasa melintas. Longsoran ini menyebabkan kepadatan di beberapa titik. Pemerintah berupaya menyelesaikan secepat mungkin," tuturnya.

Selama pembersihan berlangsung, pengendara diimbau tidak melintasi jalur Sariwangi-Ciwaruga. Warga dari arah Ciwaruga menuju Bandung atau Cimahi disarankan memutar melalui Jalan Budi atau Jalan Pesantren sebagai alternatif.

"Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko putusnya jalur utama Sariwangi-Ciwaruga akibat kondisi tanah yang masih labil," ungkap Herman.

Tags:
Sariwangi-CiwarugaBandung BaratParongpongtembok penahan tanah ambruklongsor

Gatot Poedji Utomo

Reporter

Mohamad Taufik

Editor