POSKOTA.CO.ID - Mukhtara Air, maskapai asal Arab Saudi yang dipastikan mulai beroperasi di Indonesia pada 2026.
Kedatangan pesawat perdana Mukhtara Air, Airbus A320, yang mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menjadi momentum penting yang menandai kesiapan maskapai tersebut.
Pesawat tersebut terbang dari Sharjah, Uni Emirat Arab, sebelum akhirnya tiba di Jakarta sebagai simbol dimulainya operasi maskapai di Tanah Air.
Secara strategis, Mukhtara Air memilih Indonesia sebagai salah satu pasar utama dengan mendirikan kantor pusat operasional di Komplek Perkantoran City Business Center (CBC), dekat Bandara Soekarno–Hatta, Tangerang.
Selain itu, mereka juga menyiapkan sejumlah kantor perwakilan di berbagai kota besar seperti Medan, Surabaya, dan Bali.
Tak sedikit yang penasaran mengenai sosok di balik maskapai baru ini. Lantas, siapa pemilik maskapai Mukhtara Air dan ke mana saja rute penerbangannya?
Baca Juga: Serangan Siber Menyasar Kementerian Perminyakan dan Maskapai Arab Saudi
Maskapai Mukhtara Air Milik Siapa?
Di balik pengoperasian maskapai Mukhtara Air, terdapat perusahaan induk besar asal Arab Saudi bernama Manazil Al Mukhtara Company Holding.
Grup yang berlokasi di Madinah ini telah lama dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem layanan haji dan umrah.
Kehadiran Mukhtara Air menandai langkah ekspansi strategis perusahaan induk tersebut ke sektor penerbangan komersial.
Melihat potensi pasar tersebut, Manazil Al Mukhtara Company Holding kemudian memutuskan mendirikan Mukhtara Air sebagai lini bisnis baru yang menawarkan layanan penerbangan full service.
Dalam menjalankan ekspansi di Indonesia, Mukhtara Air didukung oleh jajaran eksekutif yang memiliki rekam jejak panjang di industri penerbangan.
Struktur kepemimpinannya meliputi Sami Al Harbi sebagai Chairman / President Director, Andik Setiawan yang menjabat menjadi Operating Director, serta Winarso di Managing Director.
Manazil Al Mukhtara Company Holding yang menjadi motor penggerak utama tersebut juga mengelola lebih dari 15 hotel yang tersebar di Madinah, Mekkah, dan Jeddah.
Mereka menyediakan layanan terintegrasi untuk jamaah haji dan umrah, mulai dari akomodasi, katering, transportasi, hingga paket umrah yang dirancang secara komprehensif.
Dengan jaringan bisnis yang begitu kuat, ekspansi ke sektor penerbangan dinilai sebagai langkah logis untuk memperkuat ekosistem layanan mereka dari darat hingga udara.
Baca Juga: Anggota Komisi V DPR Sayangkan Insiden Pilot Maskapai Indonesia yang Tertidur
Rute Penerbangan Maskapai Mukhtara Air ke Mana Saja?
Dalam tahap awal operasional, Mukhtara Air akan mengandalkan dua jenis pesawat utama, yakni Airbus A320 dan Airbus A330.
Kedua armada ini disiapkan untuk melayani kombinasi rute domestik dan internasional dengan konsep layanan penuh atau full service airline.
Managing Director Mukhtara Air, Winarso, menjelaskan Airbus A330 akan digunakan untuk melayani rute internasional seperti Madinah dan Makkah.
Mukhtara Air juga berencana membuka rute baru ke Thaif dalam waktu dekat sebagai bagian dari pengembangan jaringan penerbangannya di kawasan Arab Saudi.
Sementara itu, Airbus A320 difungsikan sebagai pesawat feeder yang akan melayani rute domestik.
Pesawat ini akan digunakan untuk menghubungkan sejumlah kota besar di Indonesia dengan bandara-bandara pengumpan menuju rute internasional.
“Rute domestik Mukhtara Air juga akan sangat banyak, untuk memperkuat konektivitas ke bandara-bandara pengumpan menuju penerbangan internasional kami,” ujar Winarso.
Airbus A320 pertama Mukhtara Air yang tiba di Jakarta sendiri memiliki konfigurasi 152 kursi, terdiri atas 8 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi.
Pesawat ini diklaim menawarkan kenyamanan premium sesuai standar layanan full service yang menjadi identitas utama maskapai tersebut.